Dengan Berurai Air Mata, Qonita ‘Si Anak Hilang’ Dijemput Orang Tuanya

CILEGON – Turiman dan Sumarni yang merupakan kedua orang tua kandung Qonita Nur Ulfah (19), menyambut haru atas kepulangan anaknya. Di Mapolres Cilegon, Sumarni terlihat tak henti-henti mengalirkan air mata bahagianya sambil sesekali merangkul dan memeluk erat Qonita yang sudah tiga bulan dinyatakan hilang itu, Sabtu (23/7).

Tidak hanya para keluarga, bahkan Lurah Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Mansyur beserta Seklurnya yaitu Hilman Setiaji dan juga para teman Qonita dari STIKOM Al-Khairiyah Cilegon juga ikut menjemput kepulangan Qonita di Mapolres Cilegon.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisan yang telah menemukan dan mengembalikan anak saya ini,” ujar Turiman, ayah kandung Qonita warga Lingkungan Sambilanggon, RT 1/05 Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber.

Sementara itu, kembalinya Qonita kepada kedua orang tuanya secara langsung diserahkan oleh Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma yang juga  memberikan bingkisan hadiah berupa peralatan belajar guna kepentingan kuliah Qonita. “Ini tidak ada masalah, hanya menuntut ilmu di tempat lain, tidak ada kaitan dengan kelompok radikalisme bahkan teroris. Jika ada pihak lain yang coba mengisolasi maka kita akan bantu untuk menjawab itu semua,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Lurah Karang Asem Kecamatan Cibeber, Manysur mengaku akan mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya agar memberikan semangat kepada Qonita tanpa mengucilkan keberadaannya. “Qonita ini menuntut ilmu tanpa meminta restu orang tuanya yang seharusnya tidak boleh, malahan kelompoknya itu memperbolehkan. Kita minta masyarakat kalau mau mengaji di tempat yang jelas-jelas sajalah, ngapain di pengajian yang tertutup,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya Qonita seorang mahasisiwi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Al-Khairiyah Cilegon ini pergi tanpa pamit meninggalkan rumahnya sejak 1 April 2016 lalu dengan terlebih dahulu menampakan perubahan tingkah laku yang aneh dan lebih tertutup. Diduga perilaku tersebut berawal saat Qonita mulai mengikuti pengajian di wilayah Lingkungan Jerang Ilir, Kecamatan Cibeber. (Riko)