Dengan Sampah, Kampung Pabrik Jadi Indah

0
830 views

KRAGILAN – Judul di atas menjadi target Pemerintah Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020. Empat RW di desanya didorong untuk memanfaatkan sampah nonorganik menjadi hiasan menarik. Penerapan sistem 3-R (Reuse, Reduce, Recycle) di desa ini menjadi modal warga untuk bersaing dengan RW di lain di Kabupaten Serang.

Kepala Desa Tegalmaja Muhammad Iksan mengatakan, penataan lingkungan di empat RW di desanya itu dilakukan bertahap. Pihak desa menyerahkan penuh pelaksanaannya kepada setiap RW. Namun, secara umum, konsep penataan lingkungan tiap RW adalah pemanfaatan sampah. Terutama sampah nonorganik, didaur ulang (recycle) menjadi barang hiasan untuk membuat kampung jadi indah. Konsep ini karena banyak warga desa ini yang menjadi pemulung.

“Karena mayoritas warga kami pemulung, makanya konsep utamanya adalah memanfaatkan sampah. Salah satu alasannya adalah sebagai edukasi ke masyarakat,” jelas Iksan.

“Di lomba kali ini, kami akan membuat sampah menjadi indah. Berbagai sampah seperti botol plastik, ember bekas, helm bekas hingga sepatu yang sudah menjadi sampah, akan kami manfaatkan sebagai wadah tanaman. Tidak cuma sampah rumah tangga, tetapi kayu palet dari limbah industri juga kami manfaatkan, karena di desa kami ada satu industri besar,” tambah Iksan.

Selain edukasi mengenai pemanfaatan sampah, edukasi agama juga dilakukan warga. Dari barang bekas seperti tutup cat, warga membuat tulisan Asmaul Husna. Di RW 01, Kampung Pabrik, Desa Tegalmaja, warga telah merealisasikannya. Bahkan, telah memasang Asmaul Husna di pinggir jalan poros di kampungnya.

“Sebagai bentuk edukasi keagamaan juga, untuk awal akan dipasang di RW 01, Kampung Pabrik. Nanti, di RW lainnya juga akan ditata,” ungkap Iksan.

Nurul Huda yang ditunjuk sebagai ketua penggerak warga Kampung Pabrik menambahkan, pemuda di kampungnya juga tengah melakukan pembenihan tanaman untuk penghijauan. “Lokasinya di belakang rumah Kades. Di sana, kami jadikan pusat penataan lingkungan, pembenihan tanaman, pengecatan, dan lainnya. Setelah semua jadi, baru dibawa ke lokasi penataan,” terangnya.

“Di belakang rumah pak Kades, para pemuda berkumpul untuk membuat Asmaul Husna dengan media tutup kaleng cat. Ada juga yang mengecat ban bekas dan lainnya. Intinya, pemuda siap mendukung penuh untuk menata kampung yang ikut lomba,” tutup Nurul Huda. (rio/don)