Densus 88 Antiteror Amankan Satu Keluarga di Lebak

Ilustrasi

LEBAK – Terduga teroris bernama Deni Siswandi bersama istrinya, Neneng Nurhayati, dan tiga anaknya diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di SPBU Cisalam di Kampung Cisalam, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (25/6) pukul 13.45 WIB. Dari tangan Deni, polisi mengamankan satu unit mobil Kijang Kapsul bernomor polisi B 1071 EVB, satu set panah dan busur, dan empat emas batangan.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, Deni bersama istri dan anaknya berangkat dari Jasinga, Kabupaten Bogor, menuju Rangkasbitung. Dia berencana untuk menggelar kamping (perkemahan) di Lebak. Rombongan tiba di Rangkasbitung pukul 11.00 WIB dan sempat berkeliling di Rangkasbitung dengan menggunakan mobil.

Setelah keliling Rangkasbitung, terduga teroris jaringan Jawa Barat itu beristirahat dan melaksanakan salat Zuhur di SPBU Cisalam. Densus 88 Polda Jabar yang mengikuti Deni melakukan penangkapan. Ketika itu Deni baru keluar dari musala dan langsung ditangkap aparat kepolisian. Selain mengamankan Deni dan Neneng, polisi juga membawa tiga anak terduga teroris yang berinisial SAI, SOF, dan SAF.

Ombi Romli, warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), menginformasikan bahwa penangkapan terduga teroris di SPBU Cisalam mencekam. Polisi tiba-tiba menangkap dan memborgol seorang pria dewasa yang baru keluar dari musala SPBU. Pria tersebut dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa polisi meninggalkan SPBU Cisalam.

“Di lokasi saya melihat polisi bersenjata lengkap menggunakan sepeda motor. Ada juga polisi yang menggunakan pakaian sipil dan menodongkan pistol kepada pria yang ditangkap,” kata Ombi kepada Radar Banten, kemarin (25/6).

Menurut Ombi, penangkapan pria tidak dikenal di SPBU Cisalam membuat penumpang mobil Kijang Kapsul menangis. Dia menduga, perempuan berhijab di dalam mobil merupakan istri dari pria yang diamankan Densus 88. Tidak hanya perempuan berhijab, beberapa anak di dalam mobil juga ikut menangis.

Penangkapan di SPBU Cisalam mengundang perhatian masyarakat di sekitar SPBU. Namun, masyarakat tidak ada yang berani mendekat. “Saya enggak tahu mereka dibawa ke mana oleh polisi. Setelah penangkapan, saya langsung pulang ke rumah,” ungkap Ombi yang berada di toko waralaba SPBU Cisalam saat penangkapan berlangsung.

Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto dan Kasatreskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini tidak bisa dimintai keterangan terkait penangkapan itu. Keduanya tidak merespons panggilan telepon dan pesan WhatsApp Radar Banten. (Mastur/RBG)