Densus Periksa Tiga RT, Terkait Kasus Teror di Banten

0
1.078 views
Ilustrasi

SERANG – Sepanjang Rabu (2/8) kemarin, Densus 88 Mabes Polri secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi kasus teror di Banten. Pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Serang.

Densus 88 Mabes Polri memeriksa ketua RT di tiga kelurahan berbeda di Mapolsek Serang, Rabu (2/8). Ketiga RT itu diperiksa terkait terduga teroris yang diamankan pasukan elite Polri pada Rabu (7/6) lalu di sejumlah tempat di Banten.

Informasi yang diperoleh, tim Densus 88 Mabes Polri tiba di Mapolsek Serang sekira pukul 09.00 WIB dengan menumpang sebuah minibus. Enam anggota Densus 88 Mabes Polri yang bertugas langsung ditemui Kapolsek Serang Komisaris Polisi (Kompol) Irwanda.

Dua jam kemudian atau sekira pukul 11.00 WIB, penyelidik Densus 88 Mabes Polri baru memintai keterangan terhadap satu orang saksi. Pemeriksaan dilakukan dengan meminjam sebuah ruangan di lantai dua Mapolsek Serang.

“Tadi (kemarin-red) ada enam orang. Ada tim pemeriksa dan tim lapangan. Yang tinggal di Polsek, satu orang. Kami hanya memfasilitasi tempat saja, mereka bawa laptop” kata Irwanda saat ditemui Radar Banten di Mapolsek Serang.

Densus 88 Mabes Polri memang memintai keterangan tiga orang ketua RT. Yakni ketua RT 04/03, Kampung Kebaharan Masjid Lor, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Ketua RT di Kampung Angsoka Jasa, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dan Ketua RT di Kompleks Taman Graha Asri, Blok D 2 No 14, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.

“Tadi baru satu orang, ketua RT dari Graha Asri (Ketua RT kediaman Holili-red). Sudah menyediakan waktu kosong hari ini (kemarin-red), karena sudah dihubungi anggota Densus. Babinkamtimas sempat nelepon saya untuk memastikan. Saya jawab betul, sekarang anggotanya dengan saya,” beber Irwanda.

Irwanda tidak menampik kemungkinan tim Densus 88 Mabes Polri bakal meminta keterangan dari warga sekitar kediaman terduga pelaku teror. “Tidak menutup kemungkinan tetangga terdekat dari terduga pelaku ini dimintai keterangan,” kata Irwanda.

Kata Irwanda, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui lebih dalam sosok para terduga pelaku teror yang diamankan oleh Densus 88 Mabes Polri, pada Rabu (7/6) lalu. Tiga terduga pelaku teror diamankan di Kota Serang, di antaranya, Holili (60), Syaf alias Encon, dan Alf (40).

Ketiganya diamankan di lokasi berbeda. Holili diamankan saat keluar dari sebuah pusat perbelanjaan di Kota Serang. Sementara, Syaf alias Encon di Kampung Kebaharan Masjid Lor, RT 04 RW 03, Kelurahan Lopang dan Alf (40) diamankan di rumahnya di Kompleks Taman Angsoka, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Ini kan penyelidikan bertujuan untuk mengarah pada penyidikan. Ingin mengetahui dan mendalami para terduga pelaku teror ini seperti apa kesehariannya. Bagaimana hubungan mereka dengan warga sekitar. Bersosialisasi atau tertutup,” ungkap Irwanda.

Perwira menengah kepolisian itu tidak dapat memastikan kapan pemeriksaan terhadap para saksi rampung. Hingga pukul 15.00 WIB pemeriksaan belum juga rampung. “Belum tahu selesai jam berapa. Tadi baru satu orang yang dimintai keterangan,” kata Irwanda.

Pantauan Radar Banten, sekira pukul 13.40 WIB seorang pria paruh baya mendatangi Mapolsek Serang. Lelaki yang mengaku berasal dari Kecamatan Kasemen, Kota Serang diminta hadir oleh Densus 88 Mabes Polri. “Saya diminta datang. Saya janji abis asar (salat asar-red) datangnya. Daripada nunggu saya datang duluan,” kata lelaki yang enggan menyebutkan namanya itu.

Lelaki itu oleh petugas diminta menunggu di salah satu ruangan. Namun, setelah menunggu 30 menit, belum juga dimintai keterangan, lelaki itu memutuskan pulang. “Saya pulang dulu aja. Nanti, kesini lagi,” pamitnya kepada salah seorang petugas.

Namun, saat ditanya lelaki itu enggan berkomentar. “Tadi saya udah ngomong sama polisi di sana,” kilahnya.

Hingga pukul 17.50 WIB, pemeriksaan oleh tim Densus 88 Mabes Polri belum rampung. Sebuah minibus warna hitam yang ditumpangi tim Densus 88 Mabes Polri masih terparkir di depan Mapolsek Serang. “Belum selesai, masih ada kok di atas,” kata seorang petugas kepada Radar Banten. (Merwanda/RBG)