Desa Bojong Menuju Desa Mandiri

Sekretaris Desa Bojong Endang Suryana (kiri) turut melayani masyarakat dalam bidang administrasi kependudukan di kantor desanya.

          TANGERANG – Desa Bojong di Kecamatan Cikupa, saat ini tengah menata diri. Bojong berusaha mencapai cita-cita menjadi desa mandiri. Demikian diungkapkan oleh Kepala Desa Bojong Andi Yana, Kamis (4/4).

          Untuk itu, Andi mengaku bahwa pembangunan infrastruktur di desanya sudah mencapai 100 persen. Ia mengklaim, pembangunan jalan beserta saluran pembuangan air limbah (SPAL) di desanya sudah sepenuhnya terealisasi pada 2018.

          ”Pembangunan (jalan-red) sudah semuanya. Tidak ada lagi titik-titik yang perlu dibangun jalan cor atau paving block. Paling, kita pemeliharaan dan perbaikan saja. Kita tambal sulam jalan-jalan yang sekiranya sudah rusak,” ujarnya saat ditemui Tim Saba Desa Radar Banten di kantor Desa Bojong. 

Tahun 2018, Pemerintah Desa Bojong juga sudah melakukan pemberdayaan ibu-ibu dalam pelatihan pembuatan kue. Lalu, pelatihan las untuk pemuda dan pelatihan lainnya. ”Kantor, alhamdulillah, sedikit-sedikit kami perbaiki. Ini untuk memberikan pelayanan yang prima. Kalau kantor rapi kan enak. Pelayanan kita lakukan semaksimal mungkin, memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” papar Andi di kantornya yang memang cukup representatif setelah direnovasi.

Kepala Desa Bojong Andi Yana

Andi memaparkan, Bojong terkenal dengan sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sepatu. Akan tetapi, tidak bisa berkembangan karena terbentur dengan peraturan hukum. ”Sebenarnya, kalau di Desa Bojong ini potensinya adalah sentra pembuatan sepatu, hanya saja terbentur oleh hukum. Jadi, produk sepatu yang dihasilkan terkena hak cipta. Lalu, kendala lainnya, kita belum punya merek sepatu sendiri,” jelasnya.

Makanya, Pemerintah Desa Bojong merencanakan pembuatan brand sepatu asli dari Bojong. Andi berharap, rencana tersebut dapat terealisasi. ”Mudah-mudahan lancar. Kita mau ngurusin izinnya dulu. Mudah-mudahan, akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 bisa terealisasi,” ujarnya.

Sekretaris Desa Bojong Endang Suryana menambahkan, bahwa mayoritas masyarakat Bojong rata bermata pencarian sebagai pedagang dan karyawan pabrik. Warga yang berjumlah 17.570 jiwa tersebar di empat dusun, 18 rukun tetangga (RT), dan tujuh rukun warga (RW). Luas desa ini 275,35 hektare.

          Bojong berbatasan dengan Desa Talaga, Kecamatan Cikupa di sebelah Utara. Di Selatan, berbatasan dengan Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa. ”Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Sukamulya (Kecamatan Cikupa-red), sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pasirnangka (Kecamatan Tigaraksa-red). Penduduk Desa Bojong, terdiri dari, laki-laki 8.894 jiwa dan perempuan 8.676 jiwa. Jumlah kepala keluarganya ada 4.949,” pungkas Endang. (pem/rb/sub)