Desa Bojongrenged Target Pasang WiFi di 40 RT

0
174 views

TANGERANG – Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui teknologi menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongrenged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Hal itu dikatakan Kasi Pemdes Bojongrenged Bubun Alhakim yang mewakili Kepala Desa Bojongrenged Suhendra. Dia mengatakan desanya berada di wilayah strategis dan dekat dengan Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Untuk itu tahun ini, pihaknya akan menjalankan program pengembangan teknologi bertemakan “Melek Desa” yang bertujuan mengedukasi masyarakat Bojongrenged agar tidak buta internet. Dia mengaku untuk menjalankan program ini menghabiskan anggaran sekira Rp50 juta dengan melakukan pemasangan Wifi di setiap rukun tetangga (RT).

“Kami ingin masyarakat bisa mengakses internet secara cepat dan mudah. Untuk teknis pemasangan awal, setiap RT hanya perlu membayar Rp25 ribu untuk pendaftaran. Selanjutnya, untuk iuran perbulannya akan dibayarkan oleh Pemdes Bojongrenged. Kami berharap program ini  segera rampung di 40 RT,” jelasnya, Jumat (29/3).

Ditambahkan selain program Melek Desa, pihaknya juga akan membuat pos pelayanan terpadu di 18 rukun warga (RW). Pos ini nantinya akan melakukan pelayanan yang sama dengan kantor desa.

“Jadi, warga nggak perlu jauh-jauh lagi datang ke kantor desa. Mereka cukup datang ke pos pelayanan terpadu untuk melakukan pengajuan kebutuhan secara online. Dan kalau permohonannya sudah selesai di proses, barulah bisa datang ke kantor desa,” tambahnya.

Program pembangunan lain yang akan dilakukan Pemdes Bojongrenged di antaranya melanjutkan pembangunan infrastruktur yang masih belum terselesaikan. Meski hingga saat ini perbaikan jalan sudah mencapai 90 persen. Namun, menurut Bubun, masih ada pembangunan fisik seperti pembuatan saluran pembuangan air limbah (SPAL), turap dan gorong gorong serta satu saluran pembuangan air yang akan tersambung ke laut.

Sementara itu Sekretaris Desa Bojongrenged Sahroni juga menjelaskan masih ada pembangunan lainnya yang akan dilakukan di desanya. Di antaranya Taman Desa Bojongrenged yang akan dibangun dipinggir Kali Cisadane.

Sedangkan untuk pelatihan terhadap warganya, Pemdes Bojongrenged juga melakukan pelatihan komputer dan bahasa Inggris secara gratis untuk para pemuda dan pemudi yang baru lulus sekolah. Pelatihan ini bertujuan agar pemuda lulusan SMA juga memiliki skil untuk mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan.

Program lain adalah pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes). Dimana BUMDes akan berperan sebagai bank sampah, yakni memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang. “Sampah yang bisa didaur ulang kita jual lagi ke pengepul. Hasil penjualannya nanti masuk ke penghasilan asli desa,” tutup Sahroni. (pem/rb)