Desa Bunar Fokus Bangun Ekonomi Lewat Bumdes

TANGERANG – Pemerintah Desa Bunar Kecamatan Sukamulya fokus pada pembangunan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bergerak pada usaha pertanian dan peternakan.

Sekretaris Desa Bunar Rohmat Sana mengatakan, Bumdes dibentuk sejak 2017 dan berjalan pada 2018 lalu.

“Untuk usahanya di bidang pertanian berupa pengadaan pupuk kompos dan bibit tanaman berupa sayur mayur. Sedangkan usaha peternakan, bergerak pada peternakan itik atau bebek,” katanya saat ditemui kantor desa, Rabu (16/10).

Rohmat menerangkan, Bumdes mendapatkan bantuan anggaran sekira Rp100 juta pada 2018. Sedangkan 2019 ini, Bumdes mendapatkan suntikan anggaran Rp50 juta. “Alhamdulillah sampai saat ini Bumdes berkembang baik dan bisa mencukupi kebutuhan kelompok tani yang ada,” terangnya.

Peternakan tersebut, kata Rohmat, dibagi dua kelompok. Satu kelompok di Kampung Panggamg RT 05 RW 02. Dan, satu kelompok lagi di Kampung Sindangasih RT 05 RW 03.

 “Untuk peternakan itik, awal bantuan kami berikan 800 ekor itik dibagi untuk dua kelompok tersebut. Itik tersebut, dibagi jadi itik atau bebek petelur dan pedaging,” tambah Rohmat.

Saat ini, peternakan itik tersebut diakui Rohmat berkembang baik. Bibit itik yang diberikan 2018 lalu sudah mulai menghasilkan telur dan sebagian siap dijual sebagai bebek pedaging. “Tetapi untuk saat ini hasil penjualannya digunakan untuk mencukupi operasional itik. Terpenting, peternakan itik tersebut berkembang,” ungkap Rohmat.

Sementara itu, Kepala Desa Bunar Amid berharap, adanya Bumdes tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. “Adanya Bumdes tentu memiliki peran penting untuk memberdayakan masyarakat yang tadinya tidak memiliki pekerjaan bisa mendapatkan pekerjaan  sehingga memiliki pemasukan untuk meningkatkan perekonomiannya,” kata Amid.

Amid menerangkan, selain Bumdes di desanya juga memiliki forum kelompok wanita tani (FKWT) yang aktif melaksanakan kegiatan pelatihan pertanian. Mulai dari menanam kangkung, tomat dan tanaman sayuran lainnya.

“Alhamdulillah, ibu-ibu selalu aktif dan antusias tanam menanam. Karena selain mendapat bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga bisa memetik hasil panennya untuk mencukupi kebutuhan dapur,” pungkasnya.

Di samping itu, soal infrastruktur fisik, di Desa Bunar sudah mencapai 80 persen. Di antaranya pavingblock, saluran pembuangan air limbah (SPAL), saluran air bersih (SAB), dan lainnya. (pem/rb)