Desa Kresek Percontohan Desa Sadar Jamsostek

TANGERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaunching Desa Kresek menjadi desa percontohan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) di Gedung Serba Guna (GSG), Tigaraksa, Rabu (25/9).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Eko Nugriyanto mengatakan, ada sekira 5 juta jiwa warga yang bekerja formal dan informal di Provinsi Banten. Dan diperkirakan hanya ada sekitar 60 persen pekerja yang menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan dari angka tersebut, ada 2 juta orang yang bekerja secara informal dan hanya ada 250 ribu yang sudah terjamin BPJS Ketenagakerjaan.

Dia menjelaskan, pekerjaan informal tersebut banyak tersebar di pedesaan di antaranya mulai dari petani, nelayan, pedagang, dan profesi lain yang bekerja secara mandiri. Dan mereka memiliki risiko kecelakaan yang sama dengan pekerja formal di industri yang harus terlindungi. “Adanya desa sadar ini bisa dijadikan sebagai desa percontohan bahwa jaminan sosial untuk pekerja informal itu penting. Maka itu kami sasar masyarakat pedesaan,” jelasnya.

Menurutnya Desa Kresek dipilih lantaran dari 10 ribu penduduk yang ada, dan empat ribu penduduk yang bekerja informal, 91 persennya sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu menjadi kabar baik, bahwa kesadaran akan jaminan keselamatan dalam bekerja sangat luar biasa. Bahkan untuk iurannya juga terjangkau yakni Rp16.800. Jumlah tersebut dibagi Rp10 ribu untuk jaminan kecelakaan kerja, dan Rp6.800 untuk jaminan kematian. “Iurannya terjangkau, tetapi manfaatnya luar biasa. Terlebih jika mengalami cacat atau meninggal, ada beasiswa untuk anak-anaknya juga,” terangnya.

Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cotta Sembiring mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memberikan gaji dan beasiswa. “Selain iuran yang terjangkau, kami juga memberikan gaji. Misalkan, pekerja tersebut sakit selama empat bulan lebih, si pengguna berhak menerima gaji dari kami sebesar gaji dia, dan anaknya juga berhak menerima beasiswa,” katanya.

Cotta menambahkan, Desa Kresek menjadi desa ke tujuh dari 11 desa sadar Jamsostek se-Indonesia. bahkan kepesertaannya luar biasa, desa di daerah lain rata-rata hanya sekira 51 persen. Tetapi di Desa Kresek sudah mencapai 91 persen. Sangat luar biasa, semoga bisa menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menuturkan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan cabang Cikupa. Menurutnya, program tersebut untuk mensejahterakan masyarakat.

“Tentu kita merespon aktif untuk mensukseskan program nasional yang sesuai dengan undang-undang yakni memberikan jaminan perlindungan untuk para pekerja. Semoga bisa menular ke desa-desa lain sebagai perlindungan bagi para petani, nelayan dan lainnya,” pungkasnya. (mg-04/adm)