Desa Mekarjaya Bangun Industri Kreatif

0
248 views
Kepala Desa Mekarjaya Komarudin menjelaskan soal program Pemerintah Desa Mekarjaya.

TANGERANG – Pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Panongan, tengah mencoba membangun industri kreatif di desanya. Kreativitas 20 pemuda di Bengkel Kreatif menjadi perhatian untuk dijadikan unit usaha badan usaha milik desa (BUMDes).

       Kepala Desa Mekarjaya Komarudin menceritakan, Bengkel Kreatif yang mewadahi 20 pemuda Mekarjaya objek program pemberdayaan masyarakat oleh pemerintahannya pada 2018. Waktu itu, Pemerintah Desa Mekarjaya menggulirkan program pelatihan kerajinan tangan bernilai seni. Sasarannya adalah pemuda pengangguran maupun yang sudah bekerja, yang memiliki bakat seni.

Adalah Aang Gemy, staf Desa Mekarjaya, yang menjadi pelatih. Dari tangan Aang Gemy, patung bermacam bentuk, miniatur kapal layar, dan barang-barang seni lainnya tercipta. ”Aang Gemy saya minta menularkan ilmunya,” kata Komarudin kepada Tim Saba Desa Radar Banten di ruang kerjanya, Jalan Pesantren Nomor 13, RT 006, RW 002, Kamis (28/3).    

       Kini, dari tangan-tangan 20 pemuda di Bengkel Kreatif muncul beraneka barang seni dari bermacam bahan baku. Di antaranya, patung binatang dari adonan beton dan patung atau ukiran dari akar pohon. Karya seni dari Bengkel Kreatif bisa dilihat di Kantor Kecamatan Panongan. Yakni, patung badak.

”Tempat kepemudaan, Bengkel Kreatif, itu di Kampung Babakan. Ya, semacam aula gitu. Nah, di situlah tempat pembuatan karya seninya,” tutur Komarudin. Sayang, Tim Saba Desa Radar Banten tidak berkesempatan melihat kreativitas pemuda Bengkel Kreatif. Pasalnya, Aang Gemy tengah mengikuti pelatihan panitia pemungutan suara (PPS).

Industri kreatif dari bengkel ini, diakuinya, telah diikutkan dalam beberapa pameran seni dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tingkat Kabupaten Tangerang. Dari beberapa pameran yang diikuti ini, produk Bengkel Kreatif mulai dikenal. Bahkan, ujar Komarudin, telah menjadi maskot bidang kesenian di Kabupaten Tangerang. ”Sekarang memang baru dibuat sesuai pesanan,” ujarnya.

Melihat potensi ini, Komarudin berencana membentuk BUMDes tahun ini. Tujuannya, untuk membantu pemuda anggota Bengkel Kreatif sekaligus meningkatkan produksinya. Melalui BUMDes, Pemerintah Desa Mekarjaya berencana memberikan bantuan modal untuk Bengkel Kreatif.

”Kalau nanti BUMDes sudah terbentuk, kan hasil karya seninya bisa ditampung di situ, sekaligus akan dipasarkan juga oleh BUMDes. Termasuk untuk bantuan modal juga, akan diberikan dari BUMdes ini. Misalkan ada pemesanan patung apa gitu. Nah, mereka (pemuda Bengkel Kreatif-red) bisa datang ke BUMDes untuk meminta modal. Tentu hasil penjualannya pun akan dibagi dengan BUMDes.” jelas Komarudin.

Program pemberdayaan masyarakat lainnya pada 2018, aku Komarudin, adalah pelatihan perbengkelan las listrik bagi pemuda pengangguran. Pemerintah Desa Mekarjaya menggulirkannya setelah menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta di desa ini. Yakni, PT Hwa Lien Steel Factory dan PT Roda Konstruksi utama. Komarudin bertekad menekan angka pengangguran di Mekarjaya.

”Jadi kami melakukan pelatihan las listrik terhadap pemuda sini (Desa Mekarjaya-red) terutama pengangguran. Setelah mereka memiliki keahlian, kami (Pemerintah Desa Mekarjaya-red) salurkan mereka ke perusahaan yang sudah punya kontrak kerja sama dengan kami,” tutur pria berkumis tebal ini.

Dari kerja sama ini, sebut Komarudin, sekira Rp2,6 miliar uang dari perusahaan mengalir ke kantong warga Mekarjaya. Uang itu tidak hanya untuk menggaji warga yang telah bekerja di perusahaan, tetapi juga ke kantong warga yang berdagang di sekitar perusahaan.

Pelatihan pembuatan kue basah, kue kering, dan beberapa makanan ringan lainnya juga telah diluncurkan Pemerintah Desa Mekarjaya pada 2018. ”Sasarannya anggota PKK,” pungkas Komarudin. (pem/rb/sub)