Desa Sampora Menuju Desa Urbanisasi Modern

0
1.042 views

TANGERANG – Terletak di wilayah urbanisasi yang pesat, membuat Pemerintah Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang harus kerja ekstra dalam pembangunan. Hal tersebut dilakukan agar bisa selaras dengan kemajuan urbanisasi yang ada.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Sampora Ahmad Sanusi saat ditemui di kantornya, Rabu (13/11). Sanusi atau yang terkenal dengan nama Geri itu mengatakan, ingin membuat desanya maju. “Desa Sampora ini sudah ada dalam wilayah pengembangan milik Bumi Serpong Damai (BSD), jadi tidak tertinggal dibandingkan dengan desa lain. Tetapi, harus terus membangun agar bisa selaras dengan kemajuan urban saat ini,” katanya.

Geri menerangkan, upaya menyelaraskan kemajuan tersebut dilakukan dengan membangun infrastruktur fisik, penataan lingkungan dan sumber daya manusia. “Pembangunan jalan sudah tuntas tinggal perbaikan saja nanti. Selain itu, kami juga sedang membangun gedung tepat guna dan merenovasi tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang tadinya sudah tidak layak. Tujuannya agar warga memiliki tempat untuk berbagai kegiatan dan sampah warga tertangani dengan baik sehingga mewujudkan lingkungan yang bersih dan tidak kumuh,” terangnya.

Selain pada infrastruktur fisik, pembangunan juga dilakukan pada sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut dilakukan dengan berbagai program pelatihan. Di antaranya perbengkelan, menjahit, terbaru budidaya lele dan sablon. “Pelatihan perbengkelan dan menjahit sudah terlaksana 2015. Terbaru ada budidaya lele yang sedang berjalan dan dikelola melalui badan usaha milik desa (Bumdes). Selain itu, nanti akan ada pelatihan sablon yang menyasar anak muda agar mereka memiliki keterampilan untuk bersaing di wilayah urbanisasi legend ini,” beber ayah lima anak itu.

Sementara di bidang perekonomian, tambah Sanusi, tahun ini akan membangun pusat jajanan serba ada (Pujasera) desa. Pujasera tersebut dibangun di lahan seluas sekira 500 meter persegi di Kampung Sampora. “Di Pujasera tersebut akan diisi oleh warga yang memiliki usaha kecil, dengan begitu bisa meningkatkan perekonomian warga dan warga lain terutama pemuda punya tempat yang nyaman,” ungkap Geri.

Sementara itu, Sahroni, pengelola TPST di Kampung Sampora menerangkan, saat ini sedang dalam penataan TPST mulai dari tembok dan atap. Saat ini, TPST tersebut memiliki 10 pekerja. Mereka, bertugas memilah sampah organik dan an-organik. “Setelah dipilah, sampah an-organik yang masih bisa dijual lalu dijual ke pengepul. Sementara sampah organiknya, kami manfaatkan untuk dibuat pupuk organik yang diolah menggunakan komposter,” terangnya. (pem/rb)