Desa Sentul Beri Bantuan Mesin Usaha

TANGERANG – Pemberdayaan masyarakat menjadi unggulan di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Tak hanya sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga bantuan mesin untuk membuka usaha. Kepala Desa Sentul Nawawi mengatakan, ada beberapa program pemberdayaan yang sudah dilaksanakan yakni pelatihan pengelasan, sablon, pembuatan sepatu, dan steam.

“Program pelatihan tersebut diikuti oleh warga yang putus sekolah dan pengangguran. Tujuannya, agar mereka tidak menjadikan profesi karyawan sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Tetapi bisa membuka usaha menghidupi diri dan keluarga dengan keterampilan yang dimiliki,” katanya, saat ditemui di kantornya, Jumat (18/10).

Selain diberikan pengetahuan soal keterampilan, para peserta pemberdayaan juga diberikan bantuan alat dan mesinnya. Jadi setelah dapat ilmunya, mereka bisa langsung membuka usaha sesuai keterampilannya masing-masing. Alat dan mesin yang diberikan yakni alat dan mesin las, mesin stim, dan mesin sablon otomatis.

“Pemberdayaan pengelasan sudah berjalan 2017 lalu diikuti tiga kelompok dengan anggaran Rp35 juta. Masing-masing kelompok mendapatkan peralatan dan mesin untuk membuka usaha. Ke depan, 2020 akan coba kami lengkapi lagi dengan anggaran yang sama,” terang Nawawi.

Selain mesin pengelasan, pihaknya juga memberikan mesin sablon otomatis kepada karang taruna. “Alhamdulillah usaha sablonnya masih berjalan hingga sekarang. Ke depan, akan ditambah lagi berupa mesin jahit sehingga bisa berkembang menjadi konveksi,” tambah Nawawi.

Di samping program pemberdayaan masyarakat, Desa Sentul juga memiki organisasi desa. Tujuannya, untuk menjadi pengelola limbah industri. “Ada sekira tujuh organisasi yang dibentuk oleh desa tiga organisasi di Kampung Pasir, Kampung Cengklok dan Kampung Kelanturan. Masing-masing dari mereka mengelola limbah industri di setiap RT. Sedangkan untuk kampung yang tidak ada organisasinya, maka limbah dikelola oleh ketua RT setempat,” ungkap Nawawi.

Dibentuknya organisasi desa itu, tutur Nawawi untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). Selain itu, warga juga bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari. “Surat keputusan (SK) organisasi desa kepengurusannya dibuat tiga bulan sekali. Itu sengaja, agar para pengurus dan anggotanya terkontrol. Kalau ada yang menyimpang, langsung dicopot dan diganti,” tutur Nawawi.

Ke depan, Nawawi akan berfokus pada pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan dana desa yang ada. “Semoga anggaran dana desa di 2020 lebih banyak untuk ekonomi, karena infrastruktur sudah tuntas. Dengan begitu, akan banyak warga yang terbantu perekonomiannya dengan bekal keterampilan dan mesin untuk usaha. Sehingga bekerja tidak melulu harus jadi karyawan, tapi bisa jadi pengusaha,” pungkasnya.

Pengusaha sablon yang mendapatkan bantuan mesin sablon otomatis Tedy Agustianesa mengaku, sangat terbantu dengan adanya bantuan mesin sablon otomatis tersebut. “Sejak ada mesin sablon otomatis, produksinya jadi lebih cepet, lima menit jadi dan peminatnya cukup banyak,” tutupnya. (pem/rb)