Desa Siapkan Tempat Isolasi Mandiri

0
682 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau Rumah Isolasi Mandiri di Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Rabu (6/5).

Untuk Warga Berstatus ODP

PADARINCANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta seluruh desa menyiapkan tempat isolasi mandiri. Tujuannya untuk menangani warga pendatang dari luar daerah atau orang dalam pemantauan (ODP) selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Tatu usai meninjau rumah isolasi mandiri di Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Rabu (6/5). Tatu mengatakan, berdasarkan edaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup), setiap desa harus membentuk tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di dalamnya, terdapat relawan desa dan menyiapkan fasilitas isolasi mandiri. Dari 326 desa di Kabupaten Serang, diungkapkan Tatu, baru 23 desa yang memiliki fasilitas tempat Isolasi Mandiri. Oleh karena itu, Tatu, meminta seluruh desa menyiapkan fasilitas Rumah Isolasi Mandiri untuk warga yang baru pulang dari wilayah zona merah Covid-19.

“Kalau tidak ada rumah, bisa sekolah atau fasilitas umum. Yang penting disiapkan sarana prasarananya,” pintanya.

Ibu tiga anak itu juga mengimbau, setiap warga yang baru pulang dari wilayah zona merah Covid-19 agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di tempat yang sudah ditentukan. “Kita harus ikuti protokol penanganan Covid-19,” imbaunya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tatu pun meminta, kepala desa menghitung jumlah warga yang kemungkinan datang dari luar daerah, selain menyiapkan fasilitas tempat isolasi mandiri. “Yang lebih tahu desa (warga pendatang-red), bagaimana kondisi masyarakatnya, berapa yang akan pulang dari luar daerah,” terang ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu.

Terkait itu, Kepala Desa Ciomas, Yani Mulyani mengatakan, Rumah Isolasi Mandiri yang disiapkannya merupakan vila pribadi yang dipinjam untuk menampung warga berstatus ODP. “Setiap hari relawan desa ada lima orang yang piket di sini,” katanya.

Yani tidak menyangkal, banyak warganya yang bekerja di daerah zona merah Covid-19, seperti di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Oleh karena itu, harus diantisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Lebih dari 1.000 warga kita merantau di luar daerah,” ungkapnya. (jek/zai)