Desa Sukamulya Lirik Sektor Ekonomi

TANGERANG – Setelah soal infrastruktur fisik nyaris rampung, fokus pembangunan Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya beralih. Pembangunan akan difokuskan pada sektor ekonomi. Hal tersebut dikatakan Penjabat Kepala Desa Sukamulya Subki.

“Alhamdulillah, untuk fisik yakni infrastruktur jalan lingkungan sudah hampir tuntas. Tinggal perawatannya saja. Karena menjelang musim penghujan, diharapkan tidak ada lagi jalan yang becek dan banjir,” katanya, saat ditemui di ruangannya, Senin (14/10). Dia memerkirakan pembangunan infrastruktur sudah mencapai 90 persen.

Subki menerangkan, untuk di 2019 ini, rencana pembangunan fisik ada 29 titik. Dan saat ini, ada delapan titik yang sudah selesai dibangun. “Pembangunannya berupa paving blok jalan lingkungan yang rawan becek dan  saluran pembuangan air limbah (SPAL) di wilayah yang sering terdampak banjir, serta sarana air bersih (SAB) dan fisik lainnya,” terangnya.

Di samping capaian pembangunan tersebut, Subki menuturkan, pihaknya kini sedang fokus pada pembangunan ekonomi melalui badan usaha milik desa (Bumdes). “Bumdes tahun ini sudah dibentuk dan rencananya akan mulai aktif 2020 mendatang,” tuturnya.

Bumdes tersebut, kata Subki, akan merangkul usaha mikro kecil menengah (UMKM) berupa industri rumahan. “Pertama kami akan data dulu UMKM ada berapa, jenisnya apa, dan produksinya sudah berapa banyak. Setelah didata dan diklasifikasikan, nanti akan ditentukan Bumdes bisa bantu apa? Misalnya pemasarannya kah atau permodalannya,” tambah Subki.

Desa Sukamulya, termasuk dalam wilayah agraria karena lahan pertaniannya masih banyak. Dari luas wilayah 290 hektare yang dimiliki, 100 hektarenya merupakan lahan pertanian. “Kami juga memiliki 30 hektare tanah pertanian yang merupakan tanah bengkok. Tetapi saat ini belum dikelola dengan baik. Semoga ke depan, potensi itu bisa dikelola oleh kepala desa terpilih sehingga bisa dijadikan pendapatan asli desa (PAD),” pungkas Subki. (pem/rb)