Kepala Desa Tanjakanmekar Uti bersama warga.

TANGERANG– Pengentasan kemiskinan menjadi bidang pembangunan prioritas Pemerintah Desa Tanjakanmekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tahun ini. Di desa ini masih ada 150 unit rumah tak layak huni (RTLH). Ratusan rumah warga miskin di desa ini tersebar di lima kampung.

Kepala Desa Tanjakanmekar Uti menyebutkan, sebanyak 150 unit RTLH itu berada di Kampung Kedungpusat, Nunut, Jungkel, Jungkel Suka Baru, dan Jungkel Pulo. Ia mengakui, di desa seluas 243 hektare di Kecamatan Rajeg ini masih banyak warganya dengan perekonomian memprihatinkan. Warga miskin di desa ini membutuhkan bantuan dari pihak lain selain Pemerintah Desa Tanjakanmekar.

”Sebagai pemerintah desa, tentu kami mengharapkan bantuan berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah ataupun swasta. Bersama-sama mengentaskan masalah kesejahteraan sosial masyarakat dengan membangun rumah layak huni,” harap Uti di ruang kerjanya.

Ia menerangkan, Pemerintah Desa Tanjakanmekar tengah berupaya mengatasi masalah tersebut. Salah satunya, dengan mengajukan proposal bantuan rehabilitasi RTLH bagi warganya. ”Meskipun diperbolehkan menggunakan anggaran desa untuk bedah semua rumah warga yang tidak layak huni, tentu tidak akan cukup. Yang jelas, kami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga. Permasalahan tersebut harus ditangani dengan serius, karena bepotensi menimbulkan masalah lain. Misalnya, keselamatan dan kesehatan warga,” tutur Uti.

Di sisi lain, Uti mengutarakan bahwa pembangunan infrastruktur di desanya mencapai 90 persen. ”Alhamdulillah, jalan di tiap kampung sudah rata terbangun. Bantuan sarana sekolah juga sudah terpenuhi. Saat ini, kami berencana akan membangun GSG (gedung serba guna) Desa Tanjakanmekar,” ujar Kepala Desa Tanjakanmekar periode 2015-2019 itu.

Rencananya, Uti akan membangun GSG dengan lebar 80 meter, panjang 16 meter, dan tinggi 10 meter. ”GSG tersebut nantinya akan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan olahraga, resepsi pernikahan, atau acara lainnya,” pungkas Kepala Desa Tanjakanmekar ke-10 tersebut.

Desa Tanjakanmekar berada sekira 22 kilometer dari Puspemkab Tangerang. Jumlah penduduknya 5.639 jiwa, dengan 2.873 laki-laki dan 2.766 perempuan.

Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, sebanyak 1.019 orang. Mereka menggarap lahan sawah seluas 172 hektare. Penduduk lain, sebanyak 1.370 orang, bekerja sebagai buruh pabrik.

Desa Tanjakanmekar berbatasan dengan Desa Kedungdalem, Kecamatan Mauk sebelah Utara. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Desa Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, sebelah Barat dengan Desa Rajegmulya di Kecamatan Rajeg, dan sebelah Timur dengan Desa Tanjakan di Kecamatan Rajeg. (pem/rb/sub)