Desa Teluknaga Utamakan Pelayanan pada Masayarakat

Aktivitas di loket pelayanan administrasi kependudukan Desa Teluknaga.

TANGERANG – Pelayanan pada masyarakat menjadi prioritas utama Kepala Desa Teluknaga Ady Surachman. Ia melakukannya agar bisa memahami karakter dan pola pikir masyarakatnya. Sehingga, Pemerintah Desa Teluknaga akan lebih mudah menyusun program pembangunan dan tepat sasaran.

       ”Terlebih, ini adalah awal kiprah saya berpolitik di lingkungan pemerintah desa. Jadi, saya fokus memberikan pelayanan maksimal dan ikut serta dalam kegiatan sosial masyarakat secara langsung. Mulai dari pengajian rutin bulanan, sosialisasi, kondangan, dan aktivitas sosial lainnya di lingkungan masyarakat,” katanya.

       Mantan pengusaha itu menerangkan, pelayanan langsung pada masyarakat sangat penting. Ady ingin merangkul semua elemen masyarakat untuk bersama membangun desa di Kecamatan Teluknaga ini. Dengan begitu, program pemerintah desa yang digulirkan akan mudah terlaksana.

Kepala Desa Teluknaga
Ady Surachman

”Saat ini, kami masih fokus untuk memberikan layanan cepat tanggap ke masyarakat, karena peran pemerintah desa adalah sebagai pelayan masyarakat,” terangnya. ”Setelah masyarakat nyaman dengan pelayanan pemerintah desa karena merasa diprioritaskan, baru lah program-program baik dari desa dan pemerintah pusat akan menjadi prioritas berikutnya. Insya Allah, akan difokuskan di periode berikutnya. Semoga, saya dipercaya oleh masyarakat untuk melanjutkan dan mengemban amanah di periode 2019-2023,” sambung Ady.

       Ady juga menjelaskan, pertanian masih memiliki potensi besar untuk digali, meskipun banyak lahan pertanian telah berpindah tangan kepemilikan. Dari petani menjadi milik perusahaan swasta dan perusahaan milik negara. Keyakinan Kepala Desa Teluknaga ini lantaran masih ada geliat masyarakat dan pemuda untuk membangkitkan kembali sektor pertanian. Di desa seluas 350 hektare ini ada gerakan Santri Bertani. 

”Saat ini, ada upaya dari santri dan anak muda lainnya di desa sedang gencar di bidang pertanian. Tapi, sekarang, saya sedang memberi pancing dulu. Ingin melihat sejauh mana perkembangan dan gerakannya sehingga bisa dibantu desa. Pola pikirnya jangan hanya bertani, tetapi bagaimana membangun ekonomi kreatif dan inovatif anak muda di zaman yang serba modern ini. Kalau perkembanganya (Santri Bertani-red) bagus, maka bisa jadi akan dimasukkan ke unit usaha desa,” tuturnya.

Pegiat Santri Bertani, Muhammad Mahrusillah, berharap pemerintah desa bisa andil dalam program bidang pertanian tersebut. Pasalnya, pertanian di Desa Teluknaga memiliki potensi besar. Selain pasokan airnya melimpah, dari aliran Kali Cisadane, juga ada pemuda desa yang sudah menjadi petani nasional.

”Semoga, dengan adanya potensi ini, semangat dan dorongan dari pemerintah desa bisa menjadikan Kabupaten Tangerang, terutama Desa Teluknaga, pemasok sayur dan buah segar ke Ibukota Jakarta,” harap pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah di Kampung Rawalini, Desa Teluknaga itu. (pem/rb/sub)