Desa Tipar Raya Dirikan Tiga Usaha BUMDes

Kepala Dusun 2,Desa Tipar Raya, Syarif (kanan) dan anggota Poktan Mutiara Guna Kama (kiri) memperlihatkan persawahan Kampung Tipar Madrasah, RT 02, RW 05, Kamis (21/3).

       TANGERANG- Pemerintah Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, memastikan realisasi bisnis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tipar Raya Sentosa pada tahun ini. BUMDes ini akan bergerak di tiga bidang usaha.

       ”BUMDes Tipar Raya Sentosa, nantinya akan mengelola tiga bidang usaha. Yang pertama, jual beli tabung gas elpiji tiga kilogram. Kedua, meningkatkan UKM (usaha kecil menengah), yaitu konveksi yang sudah dikelola oleh dua rumah tangga. Konveksi ini sudah melibatkan pemuda maupun ibu-ibu di desa ini (Tipar Raya-red) untuk pembuatan pakaian. Ketiga, jasa telekomunikasi digital atau Warnet (warung internet-red),” sebut Kaur Pemerintahan Agus Suhendra mewakili Kepala Desa Tipar Raya Marta.

       Kepengurusan BUMDes Tipar Raya Sentosa, menurut Agus, telah dipilih pada 2018. Pemerintah Desa Tipar Raya kemungkinan tidak akan membangun kantornya maupun menyewa gedung. 

       Alokasi anggaran pembentukan BUMDes Tipar Raya Sentosa sekira Rp200 juta, lanjut Agus, akan digunakan untuk modal usaha. Ketiga usaha BUMDes akan ditempatkan di dua lokasi.

”Gedung BUMDes-nya belum terbangun, masih bersamaan dengan Kantor Desa Tipar Raya. Jadi, kegiatan administrasinya berpusat di sini (Kantor Desa Tipar Raya-red). Nah, untuk warnet desa, lokasinya di Kampung Tipar Baru, RT 01, RW 03, di rumah bendahara (BUMDes Tipar Raya Sentosa-red). Kalau penjualan gas elpiji dan konveksi, lokasinya di rumah ketua (BUMDes Tipar Raya Sentosa-red), di Kampung Tipar Baru, RT 02, RW 02. Kita enggak akan sewa tempat dulu untuk mengefisiensikan anggaran. Dananya untuk modal dan pembelian alat dulu,” tegas Agus.

       Di Desa Tipar Raya, juga ada industri rumahan pembuatan sepatu. Seperti usaha kecil lainnya, produksi sepatu di desa ini belum bisa berkembang. Pelaku usahanya terkendala permodalan.

Industri rumahan makanan ringan juga terdapat di Desa Tipar Raya. ”Untuk masalah kuliner, ada pembuatan makanan ringan seperti pembuatan rengginang, renggining, dan keripik singkong. Itu juga sama, masih butuh modal lebih,” ujar Kepala Dusun 2, Desa Tipar Raya, Syarif menambahkan.

       Pertanian di desa ini, kata Syarif, digarap oleh petani anggota Kelompok Tani (Poktan) Mutiara Guna. Poktan di Kampung Tipar Madrasah, RT 02, RW 05, ini menggarap lahan pertanian dengan tanaman padi dan beberapa jenis tanaman kacang-kacangan.

       Pertanian di desa ini belum berkembang. ”Hasil pertaniannya belum pernah dipasarkan. Selama ini, hanya untuk konsumsi pribadi saja,” jelas Syarif.

       Untuk meningkatkan produksi pertanian di desa ini, Pemerintah Desa Tipar Raya telah mendapatkan bantukan dari Pemkab Tangerang berupa mesin perontok padi. Dua unit mesin perontok padi itu telah disalurkan kepada Poktan Mutiara Guna.

”Tahun ini, tepatnya dua hari lalu, kami (Poktan Mutiara Guna-red) mendapatkan mesin perontok padi yang diberikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang. Dan hari ini (kemarin-red), mesinnya baru kami coba,” jelas Kama, anggota Poktan Mutiara Guna.

Program pemberdayaan masyarakat tahun 2018, Pemerintah Desa Tipar Raya menyasar perbengkelan. Pemerintah desa tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bantuan peralatan bengkel kepada dua peserta pelatihan. Kedua peserta, saat ini, telah memiliki bengkel sendiri. (pem/rb/sub)