Desember, 155 Huntap Selesai Dibangun

0
524 views

PANIMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menargetkan pembangunan 155 unit hunian tetap (huntap), di Kampung Reforma Agraria, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang akhir Desember mendatang, selesai dibangun.

Pembangunan tempat tinggal yang dibiayai APBN sebesar Rp13 miliar sepenuhnya untuk para korban tsunami.

Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin menerangkan, untuk saat ini pembangunan ratusan rumah permanen bagi para korban tsunami itu masih dalam proses pengerjaan fisik dan akan diselesaikan paling lambat akhir Desember mendatang.

“Patut kita syukuri pembangunan huntap di Kecamatan Panimbang bisa terlaksana tahun ini. Karena, di kabupaten lain pembangunan huntap masih dipending karena anggarannya dialokasikan untuk penanganan virus corona,” katanya di acara sosialisasi pembangunan huntap, Rabu (16/9).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang ini berpesan kepada masyarakat yang menerima bantuan tersebut agar bisa menjaga dan memelihara bangunan itu, apabila sudah ditempati. Jangan sesekali diperjualbelikan karena menyalahi aturan. “Tolong nanti kalau sudah jadi, rumahnya dijaga dan dirawat. Saya berpesan jangan sampai rumah ini dijual, karena memang tidak boleh dijual, tetapi kalau diwariskan kepada keturunannya itu boleh,” katanya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan mengatakan, pembangunan huntap tersebut diperuntukan bagi warga yang menjadi korban bencana tsunami Desember 2018 lalu. Pembangunan tempat tinggal itu, kata dia, ditargetkan selesai paling lambat akhir Desember 2020. “Pembangunan sudah berjalan sejak saat ini dan akan selesai dalam tiga bulan mendatang. Insya Allah minta doanya agar pembangunan huntap bisa selesai sesuai target yang ditetapkan, yaitu sekitar pertengahan bulan Desember sekarang, insya Allah ibu Bupati akan meresmikannya,” katanya.

Surya menerangkan, jumlah dan spesifikasi huntap yang akan dibangun di Kampung Reforma Agraria Kecamatan Panimbang sebanyak 155 unit  dengan anggaran sebesar Rp13 miliar dari APBN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

“Model rumah yang dibangun yaitu Risba (Rumah Instan Struktur Baja). Kami juga menyertakan fasilitas pendukung, yaitu sudah terpasang daya listrik 900 watt, sarana air bersih, dan ruas jalan walaupun belum di hotmix atau dicor. Serta ada tanah lapang yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk tempat ibadah atau lainnya,” katanya. (dib/zis)