Destinasi Indah Bawah Tanah, Saat Traveling ke Gua

0
1.028 views

WAH, bentar lagi udah liburan nih. Yuk coba menjelajahi gua atau caving. Jumlah gua di Indonesia banyak banget loh. Mulai yang alami sampai buatan. Sayangnya, tampaknya caving belum populer di kalangan Zetizen. Baru 32 persen Zetizen yang pernah ngerasain serunya caving. Padahal, jelajah gua bisa dijadiin alternatif baru buat liburanmu. Yuk, kenalan dulu gimana gua terbentuk!

Biasanya gua terbentuk lewat beberapa faktor, mulai pelarutan air tanah, pelarutan lava, hingga erosi air laut. Selain itu, nggak tertutup kemungkinan ada gua buatan yang sengaja dibangun manusia untuk mendukung aktivitas.

Gua hasil pelarutan air tanah paling mudah ditemukan. Air hujan yang bercampur kandungan karbon dioksida di udara membentuk larutan asam karbonat. Larutan tersebut mampu menghancurkan batuan kapur sehingga membentuk gua. Selain itu, larutan asam tersebut terus mengikis batuan kapur di dalam gua. Dengan begitu, area gua bakal terus meluas seiring berjalannya waktu hingga water table atau mata air habis.

Sementara itu, stalagmit dan stalaktit terbentuk dari pengikisan batu kapur oleh larutan asam. Larutan asam mengalami perspirasi atau kehilangan kandungan karbon dioksida hingga membentuk stalagmit atau stalaktit dari endapan larutan asap. Larutan asam yang terus-menerus mengalir di dalam gua pun membentuk sungai bawah tanah atau karst. Salah satu gua air tanah di Indonesia adalah Gua Pindul yang kaya karstnya dan Gua Gong dengan bunyi-bunyian uniknya.

Ada juga gua lava. Biasanya, gua tersebut terbentuk relatif lebih cepat karena menggunakan tenaga aliran lava untuk mengikis batuan. Lava yang mendingin bakal mengeras dan menjadi dinding pembentuk gua. Karena itu, gua yang terbentuk oleh lava atau lava tube biasanya memiliki lapisan dinding yang lebih halus jika dibandingkan dengan dari air tanah. Nggak tertutup kemungkinan, gua tersebut juga memiliki stalaktit yang terbentuk oleh lelehan lava yang mengering. Lava tube yang bisa dieksplorasi di Indonesia terbilang cukup langka. Salah satunya bisa ditemui di Gua Lawa di Purbalingga, Jawa Tengah.

Sama dengan namanya, sea cave terbentuk oleh tenaga erosi ombak. Lapisan tanah yang terus-menerus dihantam ombak bakal terkikis hingga membentuk lubang pada lapisan terlemah. Biasanya gua jenis itu mengandung banyak batuan metamorf maupun sedimen. Hal itu dapat terjadi di permukaan maupun bawah laut.

Sea cave biasanya memiliki permukaan dinding yang kasar yang terbentuk karena hantaman ombak. Kamu yang berkunjung ke sea cave sebaiknya ekstrahati-hati. Sebab, selain ancaman air pasang dan ombak yang keluar masuk gua, sea cave cenderung mudah ambruk karena pengikisannya berjalan konstan.

Kamu Bisa Berkunjung ke Sini

Kamu adalah Gen Z yang suka berpetualang? Kalau iya, rasanya belum lengkap kalau belum pernah menjelajahi gua. Kawasan wisata di Banten tidak melulu soal pantai dan gunung. Kalian tahu nggak sih, kalau Banten juga punya gua-gua keren nan eksotis? Kali ini zetizen akan membahas gua-gua yang recommended di Banten. Yuk, disimak.

“Sebenarnya saya ingin sekali travelling untuk menjelajahi gua di Banten, namun saya belum menemukan lokasi yang bagus. Kalau ada kesempatan, saya pasti mau menjelajahi gua-gua di Banten,” curhat Citra Kurnia, Gen Z alumnus MAN 2 Tangerang ini.

Lokasi gua di Banten memang tidak tersebar secara meluas, hanya ada beberapa titik tempat tertentu yang mempunyai gua keren nan eksotis itu. Di antaranya tempat tersebut adalah Sawarna, Bayah, Lebak. Pertama ada Gua Lalay, gua satu ini berada di Kampung Cipanas, Sawarna, Banten. Gua ini merupakan gua yang paling banyak dikunjungi para wisatawan. Pemandangan yang disuguhkan Gua Lalay ini adalah stalaktit dan stalagmit yang bergelantungan dan bertebaran di sepanjang gua. Gua ini juga biasanya dipakai kelelawar untuk beristirahat.

Kedua ada Gua Langir, masih di Sawarna, tidak seperti Gua Lalay, area gua ini sangat kering. Di sekitar gua banyak tebing-tebing tinggi menjulang yang bisa dipanjat. Selain tebing, di sekitar gua ini banyak terdapat pasir putih yang sangat menawan.

“Saya sudah pernah berkunjung ke Gua Langir ini , pemandangannya memang sangat indah, pasir putihnya yang lembut merupakan suatu keunggulannya tersendiri, karena jarang ada gua yang di sekitarnya adalah pasir putih lembut. Gua Langir ini juga sudah terkenal karena saya melihat banyak turis mancanegara yang datang ke Gua Langir ini. Sebagai orang Indonesia dan tinggal di Bayah, saya sangat bangga karena bisa ikut menjaga keindahan Gua Langir,” cuap Isna Mauliddiani, Gen Z Banten yang suka travelling ini.

Ada juga Gua Seribu Candi. Nah, gua ini paling unik karena banyaknya stalagmit yang yang bentuknya menyerupai patung atau stupa candi. Walaupun hanya memiliki lorong yang pendek, namun gua ini memiliki ornamen alam yang indah.

Jangan lupa, di Pulau Sanghiang juga ada Gua Kelelawar yang hits dan banyak diunggah penghuni Instagram. Jika kalian ingin menjelajahi gua tersebut, jangan lupa untuk tetap menjaga keindahannya dan jangan merusak ya Guys. Cek www.zetizen.com untuk info menarik lainnya. (hellen-zetizen/bbc/zee)