Kepala Desa Rajeg Yanto Firmanto

TANGERANG  – Pengembangan usaha kecil di Desa Rajeg menjadi perhatian pemerintah desanya. Tahun ini, para pelaku usaha kecil dapat mengakses bantuan permodalan lewat badan usaha milik desa (BUMDes) Rajeg. BUMDes di salah satu desa di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang ini memiliki unit permodalan usaha dan jasa pembayaran online.

Kepala Desa Rajeg Yanto Firmanto mengatakan, BUMDes akan menyasar warganya yang menggeluti usaha kecil. ”Di desa ini, ada pelaku usaha garmen, home industry sepatu, dan usaha-usaha kecil lainnya. Sehingga, dengan adanya BUMDes, bisa membantu mengembangkan usaha warga agar lebih berkembang,” harapnya.

Yanto menerangkan, para pelaku usaha kecil di desanya akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum bantuan permodalan disalurkan. Sehingga, program BUMDes tepat sasaran. ”Semua pelaku usaha tentu ingin mendapatkan bantuan modal usaha, tetapi belum tentu semua pelaku usaha mampu memanfaatkan dan mengelola modal usaha itu dengan baik dan bisa membantu usahanya,” ujar Yanto.

Saat ini, lanjut Yanto, kepengurusan BUMDes sudah mendapatkan surat keputusan (SK) dari Kepala Desa Rajeg. Untuk sementara, usaha perdana BUMDes ini adalah jasa pembayaran online. ”Sekarang kan serba online. Makanya, kami juga akan membuka jasa pembayaran online mulai dari tagihan listrik, kredit, hingga pinjaman,” tuturnya.

Pemerintah Desa Rajeg juga memberikan bantuan traktor dan peralatan pertanian lain kepada empat kelompok tani di desa ini pada 2017. ”Alhamdulillah, bantuan tersebut tentu membantu petani. Selain itu, ada program pemberdayaan perbengkelan dan pelatihan pembuatan kue-kue kering dan Posyandu untuk ibu PKK. Serta, ada program apotek hidup,” papar Yanto di ruang kerjanya.

Soal infrastruktur di desa ini, aku Yanto, sekira 85 persennya telah dibangun menggunakan paving block untuk jalan. Kemudian, saluran air di 44 rukun tetangga (RT) dan 11 rukun warga (RW).  ”Semoga, desa lebih maju lagi. Sisa pembangunan infrastruktur akan diselesaikan tahun ini dengan anggaran desa 2019,” tutup kepala desa yang memimpin sekira 15.000 jiwa penduduk ini. (pem/rb/sub)