Dewan Dukung Penyehatan Bank Banten

SERANG – Usulan Gubernur Wahidin Halim memberikan tambahan modal untuk Bank Banten sebesar Rp175 miliar, mendapat dukungan dari Komisi III DPRD Banten. Dukungan itu tertuang dalam nota Komisi III saat pembahasan RAPBD Banten tahun anggaran 2020.

Menurut Ketua Komisi III Gembong R Sumedi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten merupakan salah satu mitra kerja Komisi III DPRD Banten yang membidangi keuangan dan aset. Berdasarkan hasil rapat koordinasi Komisi III dengan mitra kerja, pihaknya mendukung rencana Gubernur menambah modal untuk Bank Banten tahun anggaran 2020.

“Setelah mengkaji R-APBD 2020, Komisi III mendukung usul Gubernur untuk mengalokasikan tambahan modal Rp175 miliar dalam upaya penyehatan Bank Banten,” kata Gembong kepada Radar Banten, akhir pekan kemarin.

Politikus PKS ini menegaskan, tambahan modal tersebut harus diberikan Pemprov Banten lantaran Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang Penyertaan Modal Bank Banten sebesar Rp950 miliar belum dipenuhi. “Penyertaan modal Pemprov untuk Bank Banten masih belum sesuai Perda 5/2012, makanya kita dukung usulan Gubernur tersebut,” ungkapnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi III Ade Hidayat menambahkan, alasan Komisi III mendukung usulan Gubernur, sebab penyertaan modal untuk Bank Banten memiliki dasar hukum yang jelas. “Kami lebih mendukung penyertaan modal untuk Bank Banten, dibandingkan penyertaan modal untuk BUMD Agrobisnis yang belum ada perda penyertaan modalnya,” tegasnya.

Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) tahun 2020, lanjut Ade, tercantum penyertaan modal untuk perbankan. “Memang di KUA tercantum Rp50 miliar, namun dalam rapat paripurna disampaikan gubernur tambahan modal untuk Bank Banten direncanakan sebesar Rp175 miliar. Soal angka itu kan bergantung pembahasan,” ujarnya.

Terkait polemik tambahan modal Bank Banten, Ade mengakui bila kondisi Bank Banten masih kurang sehat lantaran rasio kecukupan modalnya terbatas. Untuk menyehatkannya, harus diberikan tambahan modal. “Memang kondisinya masih rugi, tapi mau tidak mau Bank Banten harus diberikan tambahan modal agar sehat. Akan semakin sakit bila Bank Banten tidak diberikan tambahan modal,” tegasnya.

Komisi III memberikan dukungan penyertaan modal, semata-mata untuk melaksanakan amanat Perda 5/2012. Kalau memang Bank Banten ke depan, setelah diberikan modal sebesar Rp950 miliar kondisinya masih sakit, itu baru akan dievaluasi. “Kalau memang tidak menguntungkan, ya tidak masalah ditutup. Tapi kita harus laksanakan dulu kewajiban memberikan modal sebesar Rp950 miliar,” tegasnya.

Ade mengaku heran bila ada pihak yang mempersoalkan penyertaan modal Bank Banten. “Yang harus dipersoalkan justru penyertaan modal BUMD Agrobisnis sebesar Rp50 miliar, sebab tidak ada Perda penyertaan modalnya. Yang ada baru perda pembentukannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Andra Soni mengatakan, Dewan belum mengambil keputusan terkait usulan penyertaan modal Bank Banten sebesar Rp175 miliar. Menurutnya, ada mekanisme yang harus dipatuhi dalam menyusun dan membahas RAPBD 2020. “DPRD prinsipnya mengikuti mekanisme pembahasan anggaran berdasarkan aturan yang berlaku, salah satunya ada Permendagri Nomor 33 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2020. Di mana dituntut konsistensi pembahasan mulai RKPD, KUA , PPAS sampai R-APBD,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo mengatakan, Badan Anggaran (Bangar) DPRD Banten telah melakukan konsultasi ke Kemendagri terkait rencana penyertaan modal Bank Banten dalam Raperda APBD 2020. “Kemendagri memberikan saran agar ketentuan dalam penyertaan modal untuk Bank Banten dipenuhi. Bila semua sesuai aturan, penyertaan modal diperbolehkan,” katanya.

Politikus PKS ini menambahkan, usulan penambahan modal Bank Banten sebesar Rp175 miliar, memang tidak tercantum dalam PPAS RAPBD tahun anggaran 2020. Namun dalam dokumen kebijkaan umum anggaran, tercantum penyertaan modal untuk perbankan. “Tapi dalam rapat paripurna pengantar nota APBD 2020, Pak Gubernur sudah menyampaikan rencana pemprov akan menambah penyertaan modal pada Bank Banten sebesar Rp175 milliar dalam rangka upaya penyehatan Bank Banten,” urainya. (den/air/ags)