Dewan Endus Potensi Kebocoran PAD, Sarankan Transaksi E-Money

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – DPRD Kota Serang sarankan penggunaan transaksi e-money pada pembayaran pajak dan retribusi. Itu untuk antisipasi potensi kebocoran pendapatan dari sektor pajak retribusi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Serang Tb Ridwan Akhmad mengatakan, PAD Kota Serang saat ini hanya mampu menyumbang sekira 18 persen dari total Pendapatan dalam APBD 2020. “Makanya ketergantungan Kota Serang terhadap dana transferan sangat besar dan rasio kemandirian daerah sangat rendah,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (7/11).

Ia menyarankan Pemkot lebih serius menggali dan mengoptimalkan potensi PAD. “Di sisi lain Pemkot juga harus kerja ekstra agar tidak adanya potensi kebocoran PAD baik dari sektor pajak maupun retribusi,” ujar politisi PKS ini.

Pihaknya mengendus adanya potensi kebocoran PAD dari retribusi parkir salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang lantaran belum memiliki izin operasional. Ia berencana akan mengecek langsung baik ke pihak pengelola ataupun PTSP dan DPKAD. “Kami akan cek kebenaran info. Kita cek dulu buktinya benar atau tidak,” katanya.

Jika benar dugaan tersebut, ucap Ridwan, akan meminta DPMTSP dan BPKAD menindak tegas pihak pengelolanya. “Termasuk meminta pihak pengelola menyetorkan pajak parkir yang belum dibayarkan,” ujarnya.

Pihaknya masih mengedepankan asas praduga dan meminta keseriusan Pemkot untuk mengantisipasi potensi kebocoran PAD. “Kita minta Pemkot segera memberlakukan transaksi elektronik sejenis e-money dalam pemungutan dan penyetoran pajak dan retribusi,” cetusnya.

Menurutnya, pemberlakuan e-money dalam pungutan pajak parkir atau alat sejenis tapping boks pungutan pajak restoran dan hotel adalah alat kontrol kongkrit bagi Pemkot untuk mengatasi kebocoran PAD.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu B Kristiawan menyambut baik usulan Komisi III DPRD Kota Serang. “Pada prinsipnya keinginan kami pun sama dengan komisi III,” katanya.

Menurutnya, penerapan transaksi nontunai memang menjadi salah satu alternatif mencegah kebocoran PAD. Pihaknya akan melakukan upaya ke arah tersebut. “Kami ingin mendorong penerapan transaksi non tunai dalam pemungutan retribusi,” katanya.

Terkait penarikan pajak menggunakan e-money, Wachyu mengatakan, sudah melakukannya yang berkerja sama dengan pihak bjb. “Pemberlakukan e-money untuk pajak kami juga sedang siapkan bekerja sama dengan bjb. Kami sedang membicarakan detail teknisnya (penggunaan teknologinya),” ucap Wachyu. (ken/air/ags)