Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah
Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah

SERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menilai serapan anggaran Pemerintah Provinsi Banten yang mencapai 87 persen menunjukan kinerja SKPD belum maksimal. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Nuraeni.

Asep Rahmatullah mengatakan, harus ada perencanaan yang baik oleh Pemprov Banten khususnya menjelang Tahun Anggaran 2016 mendatang. Menurutnya, evaluasi mutlak dilakukan agar kendala yang ditemukan pada tahun ini tidak terjadi.

Asep pun mengkritik Pemprov yang merasa bangga dengan capaian serapan anggaran tahun ini. “Silpa persoalan serapan yang tidak maksimal, jangan bilang lebih baik dari tahun kemarin. Lebih baik dari yang buruk itu kan repot, harusnya lebih baik dari yang baik,” kata Asep.

Menurut Asep, dalam perhatiannya selama ini, ada dua hal yang menyebabkan serapan anggaran tersebut belum maksimal, yaitu perencanaan dan sistem lelang.

“Persoalan perncanaan, persoalan sistem lelang yang ribet, sistem dokumen lelang banyak persyaratan yang membuata gagal tender dan tender ulang menjadi hal yang harus dievaluasi, karena itu yang menjadi penyebab serapan anggaran tidak maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Nuraeni mengatakan, untuk menyikapi persoalan serapan anggaran, Gubernur Banten Rano Kano harus memperhatikan penempatan pejabat, baik dari eselon empat sampai eselon dua.

Menurut Nuraeni, penempatan pejabat saat ini harus sesuai kompetesi dengan posisi yang akan ditempati pejabat tersebut. “Selain itu, harus menjaga solidaritas dan sinergitas antar SKPD jangan berkubu-kubu,” katanya. (Bayu)