Dewan Minta Sekolah Tatap Muka Dibuka

0
317 views

CILEGON – Anggota DPRD Kota Cilegon dari dearah pemilihan Jombang Purwakarta, Rahmatulloh menanggapi kembali dibukanya operasional bioskop di Kota Cilegon. Politisi Partai Demokrat itu menilai, jika bioskop bisa kembali dibuka, sekolah tatap muka pun seharusnya bisa dibuka. 

“Saya kira bisa dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan,” ujar Rahmatulloh saat ditemui di kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (11/11).

Rahmatulloh sejak beberapa waktu terakhir terus mendorong agar sekolah tatap muka kembali dibuka oleh Pemkot Cilegon. Karena ia menilai sistem belajar secara daring atau online tidak efektif. 

“Kita menghawatirkan masa depan anak-anak kita, kalau sistem pendidikan daring kurang maksimal, karena saya melihat ketika anak-anak saya daring hanya satu jam, setengah jam, nanti enggak maksimal,” papar Rahmatulloh.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Ismatullah agar sekolah tatap muka kembali dibuka baik secara perlahan, dan terstruktur.

“Jangan berlama-lama sekolah ini ditutup. Kalau bioskop dibuka, kenapa pendidikan kalah dengan bioskop?,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Rahmatulloh, Walikota Cilegon Edi Ariadi pun menyebut Trans Mart sudah bisa dibuka. 

Diketahui, bioskop kembali dibuka di Cilegon Center Mall (CCM) mulai Sabtu (7/11) kemarin. Kabar itu diumumkan oleh manajemen CCM melalui akun resmi @cilegoncentermall pada Jumat (6/11) malam.

Diketahui, sudah sekira tujuh bulan bisnis layar lebar itu ditutup akibat pandemi Covid-19. Padahal, bioskop menjadi salah satu pilihan masyarakat di Kota Cilegon dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu akhir pekan dan liburan.

Soal sekolah tatap muka, Kepala Dindik Kota Cilegon, Ismatullah menjelaskan, sesuai prosedur, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan jika status kota telah hijau atau kuning.

Kendati status telah menjadi hijau atau kuning Dindik Kota Cilegon masih belum bisa membuka sekolah tatap muka jika tidak mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Walikota Cilegon.

Ismatullah pernah melakukan uji coba sekolah tatap muka beberapa bulan lalu saat status Kota Cilegon masih kuning, namun setelah terjadi peningkatan kasus positif Covid-19, ia pun kembali menutup.

“Saat uji coba waktu itu kuning, cuma empat orang, sekarang 79 orang, kayanya lama, empat orang aja kisruh,” ujar Ismatullah.

Saat itu, Ismatullah mengaku menjadi pihak yang disudutkan akibat terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 dari empat menjadi delapan kasus.

“Menunggu instruksi pimpinan, karena saya gak mau menanggung resiko dua kali,” ujarnya.

Atas dasar itulah, lanjut Ismatullah, kendati dorongan agar sekolah tatap muka kembali dibuka muncul dari berbagai pihak, ia mengaku tak akan mengeluarkan kebijakan itu jika tidak ada arahan dari Walikota Cilegon Edi Ariadi. (bam/air)