Dewan Sidak Tol JORR

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto (dua dari kanan) melakukan sidak di lokasi proyek tol Kunciran-Cengkareng, Selasa (15/10).

TANGERANG – Demo warga Cluster Gracia, BanjarWijaya menyoal pembangunan proyek Tol Kunciran-Cengkareng, Minggu (13/10) lalu, langsung ditindaklanjuti DPRD Kota Tangerang.

Kemarin (15/10), Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Tepatnya di ruas Jalan Tol Kunciran-Cengkareng. Sidak dilakukan untuk melihat wilayah yang terdampak pembangunan tol sepanjang 15,2 kilometer itu.

Dalam sidak tersebut, Turidi didampingi Lurah Cipete Solihin, Legal Officer PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng Verrie Hendry, dan sejumlah petugas kelurahan lainnya. Mereka datang ke area tol Kunciran-Cengkareng yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga Cluster Gracia BanjarWijaya.

Turidi mengatakan, ia menyidak pembangunan tol lantaran ada surat masuk ke Fraksi Gerindra terkait keluhan warga sekitar terkait aktivitas pengerjaan proyek tol. Kata dia, warga mengeluhkan perihal keamanan dan kenyamanan saat proses pembangunan tol yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. “Warga mengeluhkan rumah mereka berdebu dan retak. Warga mendesak ingin secepatnya dibangun sound barrier (penghalang suara-red),” katanya kepada awak media, Selasa (15/10).

Di lokasi, politisi Partai Gerindra ini setuju agar proyek tol tersebut dengan memasukan sound barrier dalam pembangunannya. “Rabu (23/10) mendatang, kami akan undang warga yang terdampak, PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng, BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), PT Wika. Kami juga akan hadirkan Walikota untuk duduk bersama membahas masalah ini,” ungkap Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang itu.

Dalam pertemuan itu, lanjut Turidi, ia menginginkan semua pihak dapat mencari solusi dan tidak saling menyalahkan. “Menurut saya jika dibiarkan seperti ini (tidak ada tembok pembatas), menurut saya belum memenuhi secara standar keamanan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Minggu (13/10) lalu, puluhan warga Cluster Gracia, BanjarWijaya, Kelurahan Cipete melakukan unjuk rasa di area Tol Kunciran-Cengkareng. Mereka menuntut pihak Jasamarga Kunciran-Cengkareng, BPJT, dan PT Wika membuatkan sound barrier dan membatasi jam operasional pengerjaan jalan tol tersebut.

Wakil Ketua RW 10 Rian Rosiana mengatakan, hingga Minggu (13/10) lalu ia dan warga sekitar telah mengadakan 10 kali pertemuan untuk memperjuangkan aspiarsi warga.

“Karena jarak rumah warga dengan tol sangat dekat sekali. Sehingga rumah kami berdebu dan ada sebagian yang retak-retak. Saat ini sudah ada tindakan dari Wika dengan memperbaiki rumah yang terdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Legal Officer PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng Verrie Hendry mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan hal yang menjadi tuntutan warga kepada BPJT selaku pemberi pekerja. Kata dia, permasalahan tersebut belum mendapatkan keputusan.

“Anggaran ini dari BPJT harus ada pengusulan dan harus ada kajian, kita semua menunggu BPJT memang agak lama karena ada puluhan jalan tol di Indonesia berpusat di BPJT, tahapannya pasti panjang karena bergantian pembahasannya,” ungkapnya. Verrie mengaku telah menyiapkan solusi jangka pendek selama belum ada keputusan. (Alwan)