Dewan Soroti Kondisi SDN Gerem 3

Kekurangan Kursi dan Meja

CILEGON – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gerem 3, Kecamatan Grogol yang mengalami kekurangan kursi dan meja belajar mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Cilegon. Kalangan anggota Dewan menyesalkan lambannya penanganan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon.

Diketahui, proses bejalar siswa SDN Gerem 3 terganggu dan tidak berjalan maksimal. Hal itu lantaran kondisi sarana pendukung bejalar siswa tidak mencukupi. Contohnya, murid kelas III yang terpaksa duduk berdesakan dalam mengikuti proses belajar. Satu bangku diduduki tiga siswa.

Hal ini bukan karena kelas III kelebihan siswa, tapi lantaran SDN Gerem 3 kekurangan bangku/kursi serta meja belajar. Penyebab utama kekurangan kursi dan meja di SDN Gerem 3 karena mengalami kerusakan. Saat ini, SDN Gerem 3 membutuhkan 14 meja dan 28 kursi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Erick Rebiin mengatakan, bila memang kejadian itu benar adanya, ia dan unsur pimpinan Komisi II sangat menyayangkan. “Kami akan berkoordiansi dengan Dindik. Kami akan tanyakan kenapa bisa sampai seperti itu (kursi dan meja siswa rusak tapi tidak diganti). Karena kami tahu anggaran pendidikan di Kota Cilegon lumayan tinggi. Kalau ada kasus seperti ini, perlu dipertanyakan anggaran Dindik yang cukup besar buat apa saja. Yang menjadi skala prioritas di sektor pendidikan itu apa saja? Bukannya kursi dan meja sangat wajib,” kata Erick saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (6/8) siang.

Erick menambahkan, kondisi anggaran Dindik Kota Cilegon sangat memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas atau mebel. “Kalau dulu bolehlah dibilang sulit membagi anggaran karena SMA sederajat masih ditanggung kota kabupaten. Sekarang kan SMA sederajat sudah menjadi tanggung jawab provinsi. Seharusnya bisa dong memenuhi kebutuhan pendidikan, baik itu fasilitas atau pun lainnya,” ujar politikus Partai NasDem Kota Cilegon ini.

Ketika berbicara tentang kursi dan meja belajar siswa, bukan sesuatu yang membutuhkan anggaran besar. Sehingga masalah ini bukan menjadi persoalan yang luar biasa. “Tapi bisa juga menjadi luar biasa kalau tidak dipenuhi pemerintah dalam hal ini Dindik. Saya selaku wakil rakyat sangat menyayangkan lambannya respons dan tanggapan Dindik. Harus dievaluasi ini,” tegasnya.

Bahkan Erick memberi jaminan, jika dalam waktu dekat kebutuhan kursi dan meja SDN Gerem 3 tidak dipenuhi, ia akan pasang badan demi pendidikan di Kota Cilegon. “Saya jamin dalam waktu dekat masalah tersebut akan tertangani. Dalam tahun ini kalau masalah kekurangan kursi dan meja di SDN Gerem 3 tidak terealisasi, saya akan menjadi taruhannya,” ucapnya.

Tidak hanya kursi dan meja belajar, ia juga akan membahas kondisi lain di sektor pendidikan dengan Dindik. Terutama dengan kondisi bangunan sekolah. “Saya tegaskan lagi, masalah ini tidak besar untuk Kota Cilegon. Kalau hanya bicara sebatas kursi dan meja serta sekolah yang kekurangan satu lokal, itu tidak berat bagi Kota Cilegon yang memiliki APBD besar. Kami akan mengawal pendidikan di Kota Cilegon menjadi yang terbaik. Karena tidak ada alasan di Kota Cilegon pendidikannya rendah. Kita mempunyai APBD yang tinggi, dana yang tinggi, dengan wilayah yang kecil. Kejadian ini seharusnya tidak terjadi. Maka saya akan melakukan penekanan sedemikian rupa terhadap Dindik bagaimana untuk memprioritaskan SDN Gerem 3 itu,” tandas Erick.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik juga menyesali hal ini terjadi. Dengan anggaran pendidikan di Kota Cilegon mencapai 20 persen dari APBD, seharusnya masalah ini tidak harus terjadi. “Apalagi ini sekolah negeri yang notabene memang tanggung jawab penuh pemerintah. Sekarang kan tanggung jawab kota kabupaten berkurang setelah SMA SMK diambil alih provinsi. Nah anggaran yang tadinya untuk SMA SMK bisa dilimpahkan untuk SD dan SMP. Ini bukan tambah bagus, tapi malah tambah semerawut. Anggarannya kan sudah jelas, untuk kursi atau meja kan bisa direncanakan,” kesalnya.

Seharusnya di Kota Cilegon, lanjutnya, tidak boleh ada sekolah yang kekurangan. Ia juga meminta Dindik tidak hanya menunggu usulan sekolah, tapi harus bergerak monitoring ke sekolah-sekolah. “Kan ada UPTD, berdayakan itu. Kursi dan meja kan fasilitas wajib untuk murid, ya harus diutamakan. Jangan bicara sekolah mantap atau favorit saja yang diperhatikan, sekolah yang di pinggiran juga harus diperhatikan,” tutup Hasbi.

Terpisah, Kepala Dindik Kota Cilegon Muhtar Gozali mengatakan, kursi dan meja untuk SDN Gerem 3 dalam proses pembuatan. “Sedang dikerjakan, tapi saya tidak tahu kapan selesainya. Jadi saya belum bisa memastikan kapan bisa dikirim. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dikirim,” kata Muhtar singkat dan mengaku sedang dalam perjalanan menuju Bandung. (Andre AP/RBG)