Dewan : Tutup Tempat Hiburan Malam

0
1427
RAPAT: Suasana rapat koordinasi rencana penutupan THM di Aula Brigjen KH Syamun, Pemkab Serang, Selasa (2/2). (FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN)

SERANG – Komisi I DPRD Kabupaten Serang merekomendasikan Pemkab Serang untuk segera menutup tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) perbatasan Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Waringinkurung. Sedikitnya, 12 THM sudah dipastikan tidak mengantongi izin.

Hal itu terungkap pada Rapat Koordinasi Rencana Penutupan THM di aula Brigjen KH Syamun, Pemkab Serang, Selasa (2/2). Hadir Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang Nanang Supriyatna, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang Syamsudin, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang Aep Syaefullah, dan sejumlah anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang Aep Syaefullah mengungkapkan, rakor yang dilakukannya dengan Pemkab Serang membahas rencana teknis penutupan THM di kawasan JLS. “Kita sudah rekomendasikan untuk ditutup permanen semuanya (THM di JLS-red), segelnya digembok saja,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Disebutkan Aep, ada 12 THM di kawasan JLS yang tidak mengantongi izin. Adapun tiga di antaranya yang sudah mengantongi izin, sambung Aep, hanya untuk resto dan karaoke. “Itu jelas sudah menyalahi perizinan, karena faktanya di situ ada praktik jual beli minuman keras,” katanya.

Aep menilai, rekomendasi penutupan THM ilegal sebagai langkah tegas Pemkab Serang kepada para pelanggar peraturan daerah (perda). Apalagi, berdasarkan laporan yang diterima Aep, THM sudah meresahkan masyarakat setempat. “Ada dua pelanggaran. Pertama, tidak mengantongi izin, kedua, melanggar protokol kesehatan di masa pandemi ini,” ujar mantan anggota DPRD dari Fraksi Hanura ini.

Selain itu, Aep juga menerima informasi dari Camat Kramatwatu Wawan Setiawan bahwa ditemukan tempat prostitusi dan jual beli minuman keras di wilayah Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu. Pihaknya juga meminta tempat tersebut segera ditindaklanjuti dengan penutupan. “Ada warung remang-remang di Serdang. Di situ tempat prostitusi dan perjudian, ada miras juga, ini sekalian nanti ditutup,” desaknya.

Kata Aep, pihaknya berencana mengajak Pemkab Serang bersama unsur TNI-Polri untuk menutup THM tersebut pekan ini. “Insya Allah secepatnya kita tutup, kita targetkan minggu ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat berjanji, pihaknya segera berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri untuk melakukan penutupan THM ilegal tersebut. “Teknisnya nanti kita putuskan setelah koordinasi dengan TNI-Polri,” katanya.

Menurut Ajat, rencana penutupan terhadap THM ilegal dipicu banyak alasan. Mulai dari tidak berizin hingga proses teguran yang sudah dilakukan oleh instansinya kepada belasan pengelola THM. “Imbauan sudah, penutupan sementara sudah, penyegelan juga sudah. Bahkan, segelnya dirusak. Jadi, sudah jelas alasan pertimbangannya,” pungkas mantan Camat Waringinkurung ini. (jek/zai)