Dewan Usulkan Swab Massal

0
417 views
(SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

SERANG – Komisi II DPRD Kabupaten Serang mengusulkan Pemkab Serang melakukan tes Swab massal ke masyarakat. Itu guna mengetahui penyebaran Covid-19 di Kabupaten Serang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja’i A Sayuti mengatakan, Swab massal perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat supaya potensi penyebaran Covid-19 terdeteksi. “Swab massal harus dilakukan supaya kita tahu masyarakat yang tanpa gejala tapi ternyata positif Covid-19,” terangnya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (9/9).

Menurut Suja’i, pencegahan penyebaran Covid-19 tidak bisa sekadar melalui imbauan saja, melainkan juga harus ada tindakan dari pemerintah, salah satunya Swab massal. Meskipun Swab tidak bisa menyeluruh, Suja’i menyarankan, paling tidak bisa dilakukan di wilayah-wilayah zona merah. Sehingga, setelah diketahui bisa langsung mengambil tindakan. “Kalau sifatnya imbauan saja, kita tidak bisa mendeteksi masyarakat tanpa gejala,” ujar politikus Partai Gerindra ini.

Kata Suja’i, pihaknya sudah menyampaikan usulan Swab massal kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang. Katanya, Dinkes menerima usulan tersebut dan sedang mencari slot anggarannya. Suja’i juga meminta, Pemkab Serang dapat memfasilitasi masker untuk masyarakat seiring diwajibkannya penggunaan masker memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Penyediaan masker bisa melalui desa,” sarannya.    

Menanggapi usulan itu, Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi menilai, Swab masal untuk masyarakat perlu dilakukan. Namun, pihaknya harus menyediakan berbagai hal untuk mewujudkan itu, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, hingga kesiapan anggarannya. “Selain itu kesiapan dari pihak laboratorium untuk menerima sampel dan dengan cepat menyampaikan hasilnya,” jelasnya.

Mengenai anggaran, menurut Agus, memungkinkan untuk penyediaan viral transport medium (VTM) atau alat Swab. Namun, lanjut Agus, kesiapan pihak laboratorium menjadi pertimbangan. “Dengan lamanya pihak laboratorium melakukan pemeriksaan hasil tes Swab, maka menjadi masalah juga dalam merencanakan langkah-langkah penanggulangan untuk pencegahan penularan selanjutnya,” pungkasnya. (jek/zai)