Rapat pleno terbuka dan rekapitulasi penetapan hasil penghitugan suara pemilu di KPU Banten, Senin (13/5).

SERANG – Dari 8,5 juta data pemilih di Provinsi Banten pada pemilu serentak 2019, yang menggunakan hak pilih hanya 6.791.166 orang. Sementara 1.726.170 orang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Menurut Ketua Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KPU Banten, Eka Satyalaksmana, tingkat partisipasi pemilih di Provinsi Banten mencapai 78,9 persen. Angka itu melebihi target yang ditetapkan KPU RI yakni 77,5 persen. “Partisipasi pemilih dihitung berdasarkan jumlah data pemilih (DPT, DPTb, dan DPK) dibagi pengguna hak pilih. Hasilnya 78,9 persen untuk Provinsi Banten pada Pemilu Serentak 2019,” kata Eka kepada Radar Banten, Selasa (14/5).

Eka melanjutkan, partisipasi pemilih di Pemilu 2019 meningkat signifikan dibandingkan dengan partisipasi pemilih pada Pileg 2014 sebesar 64,7 persen dan Pilpres 2014 sebesar 68,7 persen. “Selain faktor dibarengkannya pileg dan pilpres, tingginya partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 dikarenakan KPU Banten dan kabupaten kota masif melakukan sosialisasi. Dibantu jajaran Bawaslu, pemerintah daerah dan relawan demokrasi, serta awak media,” paparnya.

Kendati partisipasi pemilih melebihi target, Eka mengakui bila angka golput masih dua digit atau sekira 21,1 persen. “Ini menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu berikutnya,” ujarnya.

Disinggung terkait masih tingginya suara tidak sah di setiap jenjang pemilihan (pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD), hal itu bisa disebabkan banyak faktor. “Suara tidak sah setiap jenjang berbeda, bisa jadi pengguna hak pilih hanya menentukan pilihan untuk pilpres, tapi untuk surat suara lainnya tidak menentukan pilihan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi, dari 6.791.166 pengguna hak pilih untuk pilpres, suara sah sebanyak 6.597.038, sementara suara tidak sah sebanyak 194.128. (Deni S)