Di Banten, Partai Gerindra Minim Jagoan di Pilkada

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Pilkada Serentak 2020 menjadi momentum pembuktian bagi Partai Gerindra sebagai partai pemenang Pemilu 2019 di Banten. Namun begitu, bursa calon kepala daerah di empat kabupaten kota di Banten yang akan menyelenggarakan pilkada masih didominasi kader-kader dari Partai Golkar, PDIP, dan Demokrat.

Sejumlah pengamat politik menilai, Gerindra punya peluang menjadi partai penentu di Pilkada 2020 yang digelar di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan. Namun, pengamat menyayangkan popularitas kader Gerindra masih kalah dengan kader Partai Golkar, PDIP, maupun Demokrat.

Pengamat politik dari Untirta Leo Agustino mengatakan, Gerindra adalah partai yang mendapat efek ekor jas Pemilu 2019. Perolehan suaranya di banyak daerah, termasuk Banten mengalami pelonjakan. Itu tentu menguntungkan Gerindra karena dapat menentukan pasangan koalisinya dalam Pilkada 2020. Pada pilkada sebelumnya, Gerindra tidak terlalu banyak menentukan peta politik di Banten. “Oleh karena perjalanan politik itulah, kini Gerindra ditantang untuk bersikap, tidak lagi menjadi follower tapi sebagai penentu,” kata Leo kepada Radar Banten, Kamis (12/9).

Malangnya, lanjut Leo, Gerindra tidak menyiapkan kader terbaiknya untuk bersaing dalam Pilkada 2020. Sebagai contoh di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon. Di tiga daerah tersebut kader-kader Golkar, PDIP, dan Demokrat masih mendominasi.

“Boleh jadi hanya di Tangerang Selatan, itu pun kalau istri Sandiaga Uno (mantan cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto-red) jadi maju, Gerindra memiliki calon potensial. Meski istri Sandiaga bukan kader Gerindra,” tegas Leo.

Dengan kenyataan yang ada, Gerindra harus membenahi sisi kaderisasi agar banyak tokoh internal partai yang muncul. “Minimnya tokoh menunjukkan lemahnya kaderisasi pemimpin di Gerindra, yang boleh jadi disebabkan latar belakang politiknya yang tidak pernah menjadi penentu di Banten,” ungkap Leo.

Sementara itu, pengamat politik Unsera Ahmad Sururi mengungkapkan, dari empat kabupaten kota yang akan menggelar pilkada tahun depan, kepala daerah yang saat ini memimpin berasal dari Partai Golkar (walikota Tangsel dan bupati Serang), Partai Demokrat (bupati Pandeglang), sedangkan walikota Cilegon saat ini (Edi Ariadi) disebut-sebut dekat dengan PDIP. Sementara kader Gerindra belum ada yang menjadi kepala daerah.

“Ada persoalan kultural yang menghambat Partai Gerindra sehingga kesulitan mengusung kadernya di Pilkada 2020, meskipun secara struktural partai Gerindra menjadi pemenang Pemilu 2019 di Banten sehingga punya banyak kader yang jadi ketua Dewan,” tuturnya.

Minimnya kader Gerindra yang muncul, lanjut Sururi, semakin menambah keraguan elite Gerindra untuk bisa memastikan bahwa kepercayaan publik di Banten akan dimenangkan oleh calon yang diusung. “Sesuatu yang berbanding terbalik bahwa Gerindra mestinya punya bargaining position yang bagus untuk mencalonkan kadernya di Pilkada 2020,” ujarnya.

Sururi menyarankan, elite Gerindra di Banten jangan mengharapkan dampak pilpres bisa signifikan hingga ke Pilkada 2020 di Banten. Sebaiknya Gerindra wait and see sambil menghitung dengan cermat untuk memasang kadernya.

“Harus diakui bila pemetaan politik Gerindra cukup oke dalam menghitung seluruh kekuatan dan peluang, termasuk momentum dari elite untuk mengumumkan siapa kader yang paling tepat meski tidak populer,” sarannya.

Terpisah, Sekjen DPD Partai Gerindra Provinsi Banten Andra Soni mengaku, DPD Gerindra belum melakukan pembahasan terkait penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada 2020. Menurutnya, tahapannya dimulai dari kabupaten kota yang akan menggelar pilkada.

“Kita belum bahas, masih banyak waktu,” kata Andra usai menjadi narasumber diskusi di Graha Pena Radar Banten.

Kendati belum melakukan pembahasan di tingkat DPD, tetapi Andra mengklaim bila partainya tidak kekurangan stok calon-calon pemimpin daerah. “Kader kita banyak yang potensial, nanti pada saatnya kita sampaikan ke publik sikap politik Gerindra di Banten,” tegasnya. (den/alt/ira)