KTP
Ilustrasi.

CILEGON – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon akan memberlakukan penggunaan kartu identitas anak (KIA) pada 2017. Pemerintah pusat sendiri baru akan melakukan uji coba ke beberapa daerah sebagai pilot project pada tahun ini. Di Banten, pilot project di Kota Tangerang Selatan.

Kepala DKCS Kota Cilegon Soleh mengatakan, tahun ini di seluruh Indonesia baru 50 kabupaten/kota yang memberlakukan KIA. “Tahun ini Banten baru Kota Tangerang Selatan. Sementara pelaksanaan di kabupaten/kota lain, termasuk Cilegon, baru 2017,” ujarnya, Jumat (12/2/2016).

Ia mengatakan, peraturan Menteri Dalam Negeri yang baru diterbitkan tahun ini sedang menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya (juklak/juknis). Karena itu ia belum mengetahui program tersebut dilaksanakan. “Kan Permendagrinya baru turun, terkait juklak juknisnya. Baru disosialisasikan juga. Jadi tidak tahu start-nya kapan,” katanya.

Teknis KIA ini, lanjut dia, sama seperti KTP. Orang tua anak harus menyiapkan kartu keluarga dan akta kelahiran anak. Kemudian memproses pembuatan KIA. “Nanti anak juga dilakukan perekaman, berupa sidik jari dan mata. Keuntungannya, anak jadi memiliki identitas dan nomor kependudukan serta dibekali dengan dasar hukum sebagai warga negara Indonesia. Dalam teknisnya nanti, akan bekerja sama dengan Dinkes,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Arriadna mengatakan, hingga saat ini belum menerima arahan terkait teknis pendataan anak untuk KIA dari Kemendagri. Karena itu pihaknya belum mengetahui pelaksanaan pendataan anak mulai saat dilahirkan hingga mendapatkan KIA. “Kami belum dapat informasinya bagaimana penerapannya nanti. Jadi kami masih menunggu. Untuk angka kelahiran bayi di Kota Cilegon selama 2015 lalu lebih dari 7.000 bayi,” kata Arriadna. (Devi Krisna)