Di Cilegon, Sehari Enam Rumah dan Ruko Terbakar

0
218
Petugas kebakaran berusaha memadamkan api yang kian membesar di sebuah ruko. Foto Warga for Radar Banten

CILEGON – Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Cilegon. Enam rumah dan ruko ludes dilalap ‘si jago merah’ dalam peristiwa tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Taksiran itu mengacu pada tiga rumah dan tiga ruko yang terbakar adalah bangunan permanen serta sejumlah barang berharga yang terdapat di dalam bangunan nahas tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon Nikmatullah menuturkan, kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (14/9) pagi, sekira pukul 07.30 WIB. Tiga rumah di Lingkungan Curug, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol, hangus terbakar. Api yang membakar rumah milik Johari, Suherman, dan Khoirul Rohman itu diduga dipicu oleh korsleting listrik.        

“Pemilik rumah satu keluarga. Tiga rumah itu berdekatan sehingga api menyebar sangat cepat,” ujar Nikamtullah kepada Radar Banten, Minggu (15/9).

Belum diketahui secara pasti dari mana awal api muncul. Warga menyadari adanya api sudah dalam keadaan membesar. Embusan angin dan sejumlah material yang mudah terbakar diduga menjadi faktor cepat membesarnya api.

Untuk memadamkan api, Damkar mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Petugas membutuhkam waktu sekira satu jam setengah untuk menaklukkan ganasnya si jago merah. “Untuk jumlah kerugian belum bisa ditaksir,” ujar Nikmatullah.

Peristiwa kedua, lanjut Nikmatullah, kebakaran terjadi pada hari yang sama, sekira pukul 23.50 WIB. Tiga ruko yang berada di Jalan Apollo, Lingkungan Baru, Kelurahan Jombangwetan, Kecamatan Jombang, ludes terbakar. Sama dengan pemicu kebakaran tiga rumah di Grogol, kebakaran tiga toko elektronik itu pun diduga akibat korsleting listrik.

Ketiga toko elektronik yang terbakar itu adalah Toko Terang, Toko Tunas Baru, dan Toko Tunas. Ketiga toko itu saling berjejeran sehingga api dengan mudah menyebar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Ade, petugas keamanan toko elektronik Terang. Saat itu sekira pukul 23.50 WIB, ia melihat kepulan asap yang keluar dari dalam Toko Terang. Ia pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi yang berada di Poslantas Masjid Agung Kota Cilegon.

Laporan itu dilanjutkan oleh petugas ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon. Menurut Nikmatullah, petugas pemadam kebakaran mendapatkan informasi kebakaran pada Minggu (15/9) sekira pukul 00.30 WIB. Lima unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan Damkar untuk memadamkan api.

Banyaknya komponen elektronik serta bahan material plastik membuat petugas alami kesulitan. Sehingga, sekira pukul 05.00 WIB, api baru berhasil dijinakkan oleh 19 petugas pemadam kebakaran.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian yang dialami oleh pemilik toko mencapai Rp1,8 miliar. Jumlah itu akumulatif dari kerugian yang disebabkan hancurnya bangunan ruko serta barang elektronik.

Kerugian paling tinggi dialami oleh Rendi, pemilik Toko Terang. Jumlah kerugian yang dialaminya mencapai Rp1 miliar. Hal itu terjadi karena tokonya yang pertama kali terbakar.

Nikmatullah menjelaskan, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab kebakaran di Kota Cilegon. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan komponen elektronik. “Kalau mau meninggalkan rumah, pastikan dulu tidak ada alat elektronik yang masih menyala, pastikan juga hal-hal lain yang berpotensi jadi penyebab kebakaran sudah aman,” katanya.

Apeng, pemilik Toko Tunas mengaku, menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat toko elektronik sekaligus jasa servis peralatan elektronik tersebut terbakar. Soalnya, bukan hanya barang jualan miliknya yang terbakar, tapi juga milik pelanggan yang sedang diperbaiki. “Saya datang (toko) sudah kebakar setengah,” ujarnya. (bam/aas/ira)