Di Kanwil Banten, Menag Beberkan Alasan Pentingnya Menjaga NKRI dan Singgung Khilafah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam dan Kepala TU Kemenag Banten Lukman Hakim.

SERANG – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin membeberkan alasan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada acara Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di aula Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Banten, Rabu (3/5).

Menag menjelaskan, kempat konsesus dasar tersebut memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Karena itu sosialisasi empat konsesus ini sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mereaktualisasi kehidupan kita sesuai dengan norma-norma yang tertuang dalam empat konsesus tersebut,” ujar Menag di depan ratusan aparatur sipil negara Kemenag Kanwil Banten dan Kantor Kemenag kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Menurutnya, di era globalisasi saat ini, dengan kondisi masyarakat yang dinamis, membeda-bedakan sesama manusia, baik latar belakang suku, agama, ras maupun latar belakang lainnya, tidak lagi relevan. Perkembangan teknologi membuat setiap orang saling terkoneksi satu sama lain, tidak peduli di mana tempat tinggal dan jarak waktu. Semuanya bisa terkoneksi dengan baik dan lancar. Kondisi tersebut mempertegas ketidak relevansian pembeda bedaan manusia.

Menag melanjutkan, bangsa Indonesia sebagai populasi terbesar keempat dunia, negara kepulauan terbesar di dunia, dengan bentangan geografis yang sangat luas, menyadarkan betapa besarnya bangsa Indonesia.

“Dengan betapa besarnya itu, maka betapa banyaknya keberagaman dalam bangsa kita. Saya ingin mengajak untuk menghargai para pendahulu bangsa, mereka sangat menghargai keberagaman dalam bangsa kita, mereka memikirkan apa koherensi yang bisa menyatukan bangsa kita. Dengan kearifan mereka, mereka menyadari harus ada ikatan yang menyatukan keberagaman kita, karena itulah lahir Pancasila,” paparnya.

Nilai-nilai Pancasila, lanjut Menag, sudah berkembang sejak sebelum nama Indonesia belum ada. Sejak masih Nusantara. Hal ini menurutnya harus dipahami karena saat ini muncul gerakan untuk mengubah dasar negara, misalnya gerakan khilafah.

“Bangsa Indonesia sudah teruji bahwa Pancasila adalah menjadi acuan kita. Undang-undang kita berasaskan nilai agama. Meskipun Indonesia bukan negara Islam, tapi agama menjadi bagian penting bagi negara. Contohnya, di kita punya empat lingkup peradilan, yaitu umum, tata usaha negara, militer dan agama, itu tidak dimiliki oleh semua negara. Bahkan negara Islam,” ujarnya.

Dikatakan Menag, NKRI ini penting karena kemajemukannya sudah terpelihara sejak lama dan warisan dari para leluhur. Saat ini kecenderungan dunia, negara-negara kecil ingin bersatu.

“Negara-negara di Eropa ingin menyatu sehingga menjadi kekuatan, kecenderungan dunia seperti itu. Indonesia yang beragam ingin dipecah karena sumber daya di Indonesia sangat luar biasa. Untuk menguasainya, NKRI harus dipecah, sehingga dengan ini NKRI menjadi suatu yang sangat penting,” paparnya.

Kepala Kemenag Kanwil Provinsi Banten Bazari Syam mengungkapkan, sosialisasi ini penting untuk terus mereaktualisasi pemahaman para ASN terhadap empat konsesus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dari ASN kemudian diharapkan akan menyebar ke masyarakat luas,” ujar Bazari.

Bazari mengaku berterima kasih atas kehadiran Menteri Agama. Dengan keluasan pemahamannya atas empat konsesus tersebut, Bazari meyakini para ASN akan semakin memahami dan mendapatkan nilai-nilai dari target sosialisasi ini. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)