Di Pandeglang Lima Warga Tersambar Petir, Satu Tewas

Ilustrasi

PANDEGLANG – Zaenudin tewas seketika usai tersambar petir di lapangan di Kampung Kebon, Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Jumat (11/10). Warga Kampung Ganjur, Desa Ciandur, Kecamatan Saketi itu tersambar petir saat akan bermain bola voli. 

Selain Zaenudin, ada lima orang lain yang berada di sekitar lapangan yang juga ikut tersambar petir. Di antaranya Zaenal, Mamat, Aldi, Tasman, dan Samsul. Akibatnya, persitiwa yang terjadi pada pukul 15.28 WIB itu menyebabkan kelima korban mengalami luka bakar.

Kelimanya dilarikan ke Puskesmas Saketi. Sementara Samsul terpaksa dilarikan ke RSUD Berkah lantaran tak sadarkan diri. Sambaran petir juga menyebabkan atap rumah Ebi, Ketua RT setempat, rusak parah.

Sekretaris Desa (Sekdes) Saketi Rizal Rifa’i Yudin menuturkan, sejumlah warga memang sedang berkumpul di lapangan untuk bermain voli. Lantaran hujan mengguyur lapangan, warga berhamburan mencari tempat berteduh. 

Setelah hujan mereda, para pemain langsung bersiap mengikuti turnamen bola voli yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Saketi itu. Saat para pemain mengenakan sepatu, tiba-tiba kilatan cahaya dan suara ledakan kencang terdengar. Suara itu berasal dari petir yang menyambar tubuh Zaenudin yang sedang mengantongi ponsel.

“Akhirnya, cahaya sambaran petir ini juga mengenai lima orang lainnya di sekitar lapangan,” kata Rizal.

Usai sambaran petir, keenam warga yang terkapar itu langsung dilarikan ke Puskesmas Saketi. “Iya, mereka langsung dibawa ke puskesmas untuk ditangani,” kata Rizal.

Tadi malam, Kasi Pemerintahan Desa Girijaya Cipta Nugraha mengaku kondisi Samsul sudah membaik. “Beberapa jam koma, sekira pukul 20.00 WIB sudah siuman. Alhamdulillah,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Damkar dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengaku, telah mendapatkan laporan atas peristiwa sambaran petir tersebut. “Korban yang meninggal sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan di Desa Ciandur,” katanya. (her/nda/ira)