Di Rumah Romantis, di Luar Bikin Najis

0
7.671 views

Neni (41) nama samaran, sepertinya harus banyak mengusap dada dengan tingkah suaminya, sebut saja Jali (43). Suaminya ibarat bermuka dua, di rumah romantis ke istri, di luar kelakuannya bikin najis. Ya, Jali suka godain perempuan lain, bahkan teman Neni saja ikut dikadalin. Yassalam.

Neni sebetulnya sudah tidak bisa menahan emosi terhadap Jali yang sering ketahuan suka godain cewek selama menjalankan profesinya. Jali selain bekerja sebagai karyawan swasta, juga mencari tambahan penghasilan dengan menjadi driver taksi online menggunakan aplikasi android. Saat menjadi driver taksi online lah, Jali menjalankan aksinya. Namun, sekali itu Neni bagai ditusuk duri beribu-ribu kali. Karena, ternyata salah satu penumpang yang digodain suaminya, teman dekat Neni, sebut saja Ijah. “Jadi kelakuan suami itu, kalau di rumah sih iya romantis, tapi kalau di luar, bikin najis,” kesalnya. Najis gimana? “Iya itu suka godain cewek, teman saya aja digombalin, kan kurang ajar,” tukasnya. Mungkin maksudnya ramah kali Mbak, rajin menjamah.

Awalnya, Neni bertemu dengan Ijah yang sengaja pengin curhat soal adanya pria hidung belang yang berkeliaran menjadi sopir taksi online. Saat mendengar curhatan Ijah kalau ternyata yang menggodanya Jali, Neni langsung tepuk jidat, antara emosi bercampur malu. Neni pun tak bisa menahan diri ingin segera memarahi suaminya. “Saya merasa kayak udah enggak punya harga diri waktu itu,” ujar Neni dengan nada emosi saat ditemui Radar Banten di kediamannya di Kecamatan Serang, kemarin.

Soalnya, Neni merasa suaminya di rumah tidak ada gelagat lelaki buaya. Di rumah Jali selalu menunjukkan sisi keromantisan. Bahkan, ketika di ranjang, hasrat Neni selalu terpuaskan, seolah Jali menunjukkan bahwa hanya Neni lah satu-satunya wanita yang dia cintai, yang lain pepesan kosong. Nyatanya, Jali bersifat hidung belang di luar rumah, terutama sama perempuan-perempuan yang selalu tampil seronok. “Jadi, suami saya tuh enggak tahu diri. Padahal, sudah punya anak dua, sudah banyak pengalaman manis dan pahit kita lalui bersama,” kesalnya. Sabar mbak, mungkin Mas Jali begitu mencari hiburan, ngehilangin kejenuhan.

Neni marah karena selama berumah tangga merasa Jali bisa memegang kepercayaan yang diberikan kepadanya. Namun, buktinya sifat romantisnya di rumah tak menjamin bertahan dari godaan wanita di luar sana. “Intinya, emang dasar dianya orangnya genit,” gerutu Neni. Namanya juga laki-laki Mbak.

Neni tahu betul sifat Jali semasa pacaran. Jali terbilang sangat alim dan baik. Neni sudah mengenal Jali dari sejak SMA. Semua tingkah mulai dari sifat buruk sampai baik, luar dan dalam hingga ke tulang-tulangnya, Neni tahu. Hubungan dengan keluarganya pun Neni paham betul. Setelah lulus SMA, mereka sempat berpisah, tetapi masih sering komunikasi di media sosial (medsos). Sampai akhirnya, mereka dipertemukan kembali di sebuah acara reuni. Neni memang begitu dekat dengan Jali, sudah seperti sahabat. Di acara reuni itu pula, keduanya saling mencurahkan isi hati soal hubungan asmara. “Karena kita udah sama-sama ditanyain kapan nikah sama orangtua. Jadi, ya Sudah deh, kita berdua jadian dan serius,” kenangnya. So sweet.

Singkat cerita, mereka menikah. Suasana keharmonisan keduanya masih terasa sampai dikarunia dua anak. Seiring berjalannya waktu, karir Jali juga semakin melejit di perusahaan. Ekonomi rumah tangga pun semakin meningkat. Cicilan rumah lunas sampai mampu membeli kendaraan roda empat. “Alhamdulillah rezeki lancar,” ucapnya. Cair dong.

Sejak itu, muncul ide dari Jali untuk mencari penghasilan tambahan agar ekonominya semakin stabil. Jali pun mendaftarkan diri menjadi sopir taksi online melalui aplikasi. Senin sampai Jumat ia bekerja di pabrik, Sabtu dan Minggu ia pun mulai mencari penumpang. “Saya sih setuju aja. Toh, buat kebaikan bareng-bareng,” katanya. Harus setuju, namanya juga nyari uang tambahan.

Tiga bulan pertama menjadi sopir taksi online tak ada kendala. Penghasilan tambahan pun terus diraup dan benar-benar membantu keuangan. Hingga suatu hari, Neni bertemu Ijah di salah satu mal di Kota Serang. Betapa kaget Neni ketika mendengar curhatan Ijah soal sopir taksi online yang tak sopan dan suka menggoda. “Pas saya lihat foto, merek mobil dan platnya, itu sih suami saya. dasar buaya,” ujarnya. Buaya darat ya.

Tentu saja, mengetahui kalau pria yang menggoda Ijah adalah suaminya, Neni tak bisa menahan emosi dan langsung menelpon Jali agar segera pulang saat itu juga. Di rumah, tentu saja keributan tak dapat dihindari. Neni marah besar dan Jali yang merasa melakukan itu tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak itu pula, Neni meminta Jali berhenti menjadi sopir taksi online. “Mending uang pas-pasan, asal suami enggak godain cewek lain,” ucapnya. Enggak sedikit juga kok yang ekonomi pas-pasan suka godain cewek. Eaaa kompor. (mg06/zai)