Diancam Teluh, Cinta pun Runtuh

0
248

Peribahasa ‘cinta ditolak dukun bertindak’ ternyata masih berlaku ada di zaman modern saat ini. Seperti kisah cinta yang dialami Nunung (42), yang menolak Parjo (43), keduanya bukan nama sebenarnya, demi pria yang dicintainya, sebut saja Udin (39). Nunung mendapat ancaman bakal diteluh ketika hendak menikah dengan Udin. Sontak, Udin yang ketakutan memilih untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah dan pergi dari kehidupan wanita idamannya. Yassalam.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Bojonegara, Nunung siang itu sedang sibuk memilih barang-barang di mobil pikap milik tukang perabotan keliling. Setelah basa-basi, Nunung berkenan untuk mencurahkan isi hatinya tentang pengalamannya menjalin asmara yang memilukan.

Nunung tak pernah menyangka penolakannya terhadap cinta Parjo berdampak panjang hingga mengganggu hubungannya dengan Udin. Diceritakan Nunung, Parjo dulunya mengejar-ngejar cinta Nunung. Mereka teman semasa sekolah. Salahnya, Nunung bersikap seolah memberi harapan terhadap Parjo.

“Habis gimana ya. Soalnya Mas Parjo tuh sering jajanin dan kasih hadiah baju gitu,” kenang Nunung. Dasar matre ya.

Parjo anak orang kaya. Bapaknya mantan kepala desa yang mempunyai banyak harta warisan. Lain dengan Nunung yang hanya anak buruh pabrik. Setelah lulus sekolah, Nunung terpisah dari Parjo. Tak lama, dia menikah dengan tetangganya dan mempunyai anak, meski akhirnya bercerai karena faktor ekonomi. Setelah berstatus janda satu anak, Nunung kembali bertemu dengan Parjo yang juga sudah menikah. Bahkan, kabarnya Parjo sering gonta ganti pasangan dan mempunyai banyak anak.

Menyadari kedatangan Parjo yang masih menaruh perasaan dan berniat untuk meminang, Nunung pun mulai menghindar. Benar saja, suatu hari Parjo mendatangi rumah Nunung dan mengajaknya menikah. Namun, ditolak Nunung dengan berbagai pertimbangan, selain memang tidak menaruh perasaan. “Saya takut kalau sama dia enggak bakal benar,” tukasnya.

Alasan lain, Nunung melihat Parjo wajahnya pas-pasan dan tubuhnya juga kecil. “Badan saya kan tinggi gede gini, enggak lucu kalau suaminya lebih kecil,” guyonnya.

Singkat cerita, tepatnya pada 2015, Nunung bertemu Udin di Cilegon. Waktu itu, Nunung menumpang mobil Udin yang hendak pergi ke kawasan Bojonegara untuk mengantar barang. Mereka pun berkenalan dan bertukar nomor telepon. Sejak itu, keduanya jadi sering teleponan dan ketemuan. Nunung pun tertarik dengan Udin yang dibekali postur ideal, badan kekar, dan tampan. Hanya kulitnya saja yang hitam. Namun, Nunung terlanjur cinta dengan duda ditinggal istri itu.

“Pokoknya saya sukanya sama yang badannya gede,” aku Nunung. Apalagi yang gede, Mbak? “Nakal ya,” timpalnya.

Seiring waktu, hubungan Nunung dan Udin diketahui Parjo. Tanpa sepengetahuan Nunung, setiap berduaan dengan Udin di depan teras rumah malam Minggu, Parjo diam-diam sering mengintip dan mengutus orang untuk mencari tahu sosok Udin. “Mas Parjo banyak orang suruhannya, gayanya kayak mandor gitulah,” kesalnya.

Enam bulan pacaran, Udin dan Nunung pun akhirnya sepakat menikah. Sayangnya, tiga hari pasca lamaran, petaka itu pun tiba. Udin yang pulang malam dari rumah Nunung dicegat Parjo dan gerombolannya, serta mendapat ancaman akan diteluh jika meneruskan niatnya untuk menikahi Nunung. “Besoknya Mas Udin langsung bilang batal menikah lewat telepon dengan alasan ya itu (bakal diteluh-red), saya sampai nangis waktu itu,” sesal Nunung. Sabar ya.

Setahun setelah kejadian itu, giliran Parjo yang datang bersama keluarga ke rumah Nunung. Mungkin karena usia sudah semakin dewasa, akhirnya Nunung menerima Parjo menjadi pendamping hidupnya. Mereka menikah dan kini sudah dikaruniai tiga anak. “Alhamdulillah, semoga langgeng terus,” harap Nunung. Amin. (mg06/zai/ira)