Diawali Cium Pipi, Ujungnya Kawin Lagi

Kisah rumah tangga Neni (34), nama samaran, cukup memilukan. Termakan janji manis suami, sebut saja Nono (35), Neni harus merasakan pahitnya pengkhianatan. Nono kepincut perempuan lain hingga berujung perceraian.

Saat ditemui Radar Banten di Kecamatan Kibin, Neni sedang duduk sendiri di bawah pohon rindang. Alih-alih berbincang soal pemilu, wanita berparas manis itu, malah curcol soal kehidupannya dulu. Sambil berlinang air mata, Neni pun bercerita panjang lebar soal pengalaman pahitnya berumah tangga. Kira-kira seperti apa kisahnya. Simak yuk ceritanya.

Neni tak pernah menyangka jika mantan suaminya, Nono, tega mengkhianatinya. Lain dengan Nono yang dulu awal dijumpainya merupakan sosok suami bertanggung jawab. Pertemuannya dengan Nono terjadi di depan gerbang pabrik tempat keduanya bekerja saat masih lajang. Nono memang sudah lama ngebet sama Neni yang dikarunia wajah cantik dan anggun. Bukan anak gunung ya. Lain dengan Nono yang hanya seorang perantau dari Cirebon bermodalkan motor gede dengan tubuhnya yang atletis. Wajahnya sih enggak ada yang istimewa. Namun, kepercayaan dirinya cukup tinggi setiap mendekati wanita. Merasa ada kecocokan, Neni akhirnya menerima ajakan Nono untuk kenal lebih dekat. Hari itu mereka bertukar nomor telepon. “Dari pertemuan itu, ke sini-sininya kita makin intens komunikasi,” akunya.

Awalnya, Neni tidak punya rasa terhadap Nono. Neni bukan tipikal cewek materialistis yang gampang tergoda oleh harta, apalagi cuma modal motor gede. Tak jarang Neni menolak ajakan Nono kencan. Meski begitu, Nono orangnya pantang menyerah dan terus menggoda Neni. Lama-lama Neni pun termakan rayuan gombal Nono dan luluh ke pelukan sang jantan. Sampai akhirnya menerima kehadiran Nono dalam kehidupannya. Sejak itu, mereka sering menghambiskan waktu bersama. “Nyatainnya pas malam Minggu di pantai pas ada acara ulang tahun teman. Waktu itu ramai-ramai pada bawa pasangan gitu,” kenangnya.

Di momen itu, Neni tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika Nono mengecup pipinya di tepi pantai. Serasa terbang di awan, Neni pun terbuai angan Nono yang terus membawa suasana hangat malam itu. “Dia cowok pertama yang nyium pipi saya,” akunya mesem-mesem. So sweet. Awas nyosor terus!

Sejak kejadian itu, keduanya semakin lengket. Setiap hari pulang pergi kerja pasti Neni dijemput. Tiga bulan hubungan keduanya mengarah lebih serius. Selama masih pacaran, Nono mampu memberikan kenyamanan untuk Neni. Ditambah Nono mampu memenuhi semua kebutuhan Neni, hampir setiap akhir pekan diajak jalan-jalan dan berbelanja. Singkat cerita, Neni dilamar Nono dan mereka pun menikah. Mengawali rumah tangga, keduanya sepakat sementara tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Nono pun menunjukkan sikap perhatian dan bertanggung jawab sebagai suami. Setahun kemudian, mereka dikaruniai anak pertama. Sejak itu Neni berhenti kerja dan sibuk mengurus anaknya. Bukannya semakin termotivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga, Nono malah ikut-ikutan berhenti kerja. “Ngakunya sih kena PHK (pemutusan hubungan kerja-red), tapi kata teman mengundurkan diri. Saya sempat bingung kenapa dia berhenti kerja, padahal lagi butuh uang,” sesalnya.

Kondisi itu menyebabkan keretakan pada rumah tangga Neni. Hampir setiap hari terjadi perselisihan di antara keduanya akibat faktor ekonomi. Neni yang terus menuntut uang belanja untuk makan dan susu anaknya, malah membuat Nono geram. Bukannya mencari solusi, Nono malah semakin beringas, sering pergi-pergian dan jarang pulang. “Pernah dia enggak pulang seminggu. Saya cuma bisa nangis, malu sama keluarga,” kesalnya. Astaga Bang Toyib dong!

Tepat dua tahun usia rumah tangga, Nono akhirnya pergi dari rumah dan pulang ke kampung halaman. Sejak kepergian ke kampung, Nono tak pernah kembali. Dua bulan lebih tak ada kabar dari suami. “Ditelepon nomornya enggak aktif, di-SMS juga enggak dibalas,” tukasnya. Asal jangan di-reject aja teleponnya Mbak.

Nono baru memberikan kabar pada bulan ketiga. Bukannya menerima kabar baik, Neni malah disuguhkan kabar tak sedap tentang suaminya yang menikah lagi dengan gadis desa di kampungnya. Awalnya Neni tak percaya sampai akhirnya mencari tahu keberanannya. Neni nekat pergi ke Cirebon untuk menemui Nono. “Waktu itu saya ditemenin kakak. Ternyata benar, dia sudah punya istri lagi,” kesalnya pasrah.

Menerima kenyataan itu, Neni akhirnya menuntut cerai. Saat ini, Neni sudah bekerja kembali di pabrik dan bersiap melangsungkan pernikahan dengan lelaki baru pilihannya. Katanya sih si cowok mau terima apa adanya walau status Neni janda beranak satu. “Alhamdulillah, semoga dengan yang ini saya bahagia sampai mati,” harapnya. Amin. (mg06/zai/ags)