Dibangun 1926, PLTA Kracak Masih Beroperasi

TANGERANG – PT PLN (Persero) melalui anak perusahaannya yakni PT Indonesia Power terus merawat dan menjaga operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kracak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. PLTA Kracak adalah salah satu sub unit pembangkit dari Saguling POMU yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada 1926.

“Ini adalah salah satu pembangkit listrik tertua di Indonesia. Pembangkit ini dibangun pemerintah Hindia Belanda dan beroperasi pada 1926 hingga sekarang menghasilkan total kapasitas listrik 18,90 MW dari tiga unit pembangkit yang masih beroperasi,” kata Suprapto, Supervisor Senior Sub Unit PLTA Kracak, Saguling Power Generation and O&M Service Unit saat ditemui di Power House PLTA Kracak belum lama ini.

Suprapto menambahkan, lisrik yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT) Kedung Badak dan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT) Bunar.

General Manager PLN UID Banten, Doddy B. Pangaribuan menjelaskan, bahwa proses bisnis PLN wilayah Banten mulai dari pembangkit, transmisi dan distribusi. Dia mengatakan listrik yang dinikmati saat ini berasal dari pembangkit yang beroperasi dan pemeliharannya dilakukan Indonesia Power, kemudian ditransmisikan PLN Unit Induk Transmisi (UIT) JBB dengan menyalurkan listrik dari pembangkit ke gardu induk. Kemudian akan didistribusikan Unit Induk Distribusi (UID) Banten hingga sampai kepada pelanggan.

“Terima kasih kepada rekan media dan berharap jalinan silahturahmi antara PLN dengan media dapat terus terjalin sehingga dapat menghasilkan positive mind, positive vibes dan terus bekerja sama dalam pemenuhan informasi kepada masyarakat,” jelasnya. (adm)