Dibantu Tagana Papua, Pos Kemanusiaan untuk Warga Banten Masih Dilanjutkan

Ketua Tim Kemanusian Pemprov Banten E Kusmayadi, Kepala Kesbangpol Ade Aryanto, Kepala Dinas Kominfo Banten Komari, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mempersiapkan kepulangan warga Banten dari Papua.

JAYAPURA – Meski sudah memulangkan 34 warga Banten yang terdampak kerusuhan di Wamena dan sekitarnya, posko kemanusiaan Provinsi Banten masih dilanjutkan hingga Kamis (10/10) mendatang.

Petugas Tagana Banten dan BPBD akan bertugas di posko yang berada di Sentani Jayapura. Tim yang masih tinggal ini dibantu oleh Tagana Jayapura, Papua. Mereka bertugas menyisir warga Banten yang kemungkinan masih berada di Papua.

Kepala Dinas Sosial Banten Nurhana mengatakan, sudah ada 34 warga Banten yang dipulangkan dari Papua. “Hari ini ada 28 dan besok (Senin) enam orang menyusul,” katanya kepada Radar Banten saat mendampingi pemulangan gelombang pertama di Bandara Sentani, Jayapura, Minggu (7/10).

Kendati demikian, pihaknya telah menugaskan Tagana Provinsi Banten dan BPBD Banten untuk melanjutkan Pos Kemanusiaan untuk penyisiran warga Bantan yang kemungkinan masih tertinggal. “Khususnya saudara-saudara kita yang ada Wamena. Dan petugas kita dibantu Tagana Papua,” ujar Nurhana.

Nurhana mengatakan, hubungan Tagana antardaerah sangat baik dalam penanganan bencana alam atau sosial. “Kehadiran mereka sangat membantu. Mudah-mudahan jika ditemukan warga kita bisa dikoordinasikan kepada kami untuk segera ditindaklajuti,” katanya.

Perwakilan Tagana Jayapura Papua Yuli mengaku siap membantu Tagana Provinsi Banten yang ketuanya adalah Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. “Kami siap membantu apa yang dibutuhkan teman-teman Tagana Banten selama penyisiran di sini,” katanya.

Ia berharap koordinasi terus berjalan agar semua warga Banten yang terdampak kerusuhan bisa ditemukan.

Ketua Tim Kemanusiaan E Kusmayadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan posko induk Pemerintah Jayapura. (Ken Supriyono)