Dibebaskan, Residivis Berulah Lagi

0
902 views

SERANG – Pemerintah membebaskan puluhan ribu narapidana (napi) karena makin mewabahnya Covid-19. Sementara di Banten, ada 3.177 yang dilepas. Mereka adalah para napi yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman.

Namun, tidak sedikit, setelah menghirup udara bebas, mereka berulah lagi. Salah satunya Kancung (43). Warga Kampung Tegalsare, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, itu kembali ditangkap lantaran mencuri dua unit ponsel, Jumat (10/4). Padahal, Kancung baru saja dibebaskan dari Rutan Serang karena mendapatkan program asimilasi mewabahnya Covid-19.

Pelaku menyatroni rumah Riza Ludin di RT 02, RW 02, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Jumat (10/4) pukul 01.30 WIB. Pelaku berangkat dari rumahnya dengan menaiki angkutan umum (angkum). “Dia (Kancung-red) turun di Terminal Pakupatan, Kota Serang,” ujar Kapolsek Cipocokjaya Kompol Agus Suprianto kepada Radar Banten, Minggu (12/4).

Pelaku lalu mencari rumah yang akan disatroni. Saat sedang berjalan Kancung melihat rumah milik korban Riza dalam kondisi sepi. “Dia masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Dia (Kancung-red) membawa obeng untuk mecongkel pintu,” kata Agus.

Pelaku masuk ke dalam kamar korban dan mengambil dua unit ponsel. Setelah itu, pelaku meninggalkan rumah korban melalui jendela pintu belakang. Tak lama setelah pergi, korban terbangun dari tidur. “Korban ini bangun dan mendapati ponselnya sudah hilang,” ujar Agus  didampingi Kanitreskrim Polsek Cipocokjaya Iptu Juwandi.

Korban melapor kepada temannya yang berdinas di Polres Serang Kota. Polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Pelaku (Kancung-red) kita tangkap saat akan kembali ke rumahnya. Dia (Kancung-red) diamankan oleh anggota kita bersama Polres Serang di Lampu Merah Parung (Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang-red),” kata Agus.

Kepada petugas, Kancung mengakui perbuatannya. Residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang baru saja dikeluarkan dari Rutan Klas IIB Serang karena program asimilasi ini melakukan tindakan kriminalitas karena faktor ekonomi. “Saya mencuri karena butuh buat beli susu anak saya. Anak saya usianya baru dua tahun. Dia nangis terus, dari situ terus saya melakukan pencurian,” kilah Kancung.

Kancung telah divonis pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang. Kamis (2/4) Kancung yang masih berstatus napi dikeluarkan dari Rutan Klas IIB Serang kendati menyisakan masa tahanan dua bulan lagi. “Kalau enggak dapat asimilasi bebasnnya nanti di bulan puasa,” kata Kancung.        

Aksi serupa juga dilakukan DK (32) di  Lingkungan Kubang, RT 01, RW 12, Kelurahan Cipare, Kota Serang. Warga Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, itu mencuri ponsel dan laptop milik Uki (16) dengan berpura-pura sebagai petugas PLN.  “Modusnya sebagai petugas PLN,” ujar  Kanitreskrim Polsek Serang Ipda Ryan.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdayai korban dengan modus memeriksa pemakaian listrik. Saat berada di dalam, korban yang sendiri berada di dalam rumah diperintahkan pelaku untuk mematikan kWh. Korban yang percaya, mematikan kWh yang posisinya berada di depan rumah. Saat itu, pelaku mengambil ponsel dan laptop korban yang berada di dalam kamar.

Setelah berpura-pura melakukan pemeriksaan, pelaku pamit. Namun, saat akan meninggalkan rumah tiba-tiba saja ponsel milik korban berbunyi. Korban meminta pelaku mengembalikan ponsel. Setelah dikembalikan, korban meminta pelaku membuka jaketnya. Saat dibuka, pelaku menyimpan laptop milik korban.

Pelaku yang emosi karena ketahuan, mencekik korban. Pelaku juga menancapkan obeng ke kepala korban. Namun obeng tidak menebus tengkorak kepala korban. “Pelaku ini kemudian mencoba melarikan diri,” kata Ryan.

Saat pelaku pergi korban meneriaki maling. Warga mendengar teriakan menangkap pelaku. Polisi yang berpatroli di lokasi mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Serang. “Iya pernah masuk (penjara-red), sudah lama keluarnya (dari penjara-red),” kata Ryan. (mg05/alt/ags)