Dicekal, Rifani Tak Bisa Pulang dari China

0
681 views
Orangtua Rifani menunjukkan foto Rifani saat ditemui di rumahnya, Perumahan BIP, Unyur, Kota Serang, Senin (3/2).

SERANG – Rifani (20), mahasiswa asal Kota Serang tercekal, karena paspor yang digunakannya dinilai kedaluwarsa oleh pihak petugas keimigrasian China di Bandara Shanghai. Padahal, Rifani dijadwalkan berangkat bersama enam mahasiswa lainnya asal Banten, Selasa (4/2) pagi.

Nila, orangtua Rifani mengaku kaget saat mendengar informasi anaknya tidak jadi berangkat pulang ke Indonesia. “Kaget saya, anak saya gak jadi pulang. Dicekal, di Bandara. Katanya paspornya kedaluwarsa. Kalau temennya mah pulang,” ujarnya kepada Radar Banten.

Diketahui, sepuluh mahasiswa asal Banten yang berada di Kota Wuxi, China, telah dipulangkan secara bertahap mulai kemarin (3/2).

Menurut Gubernur Banten Wahidin Halim, Pemprov Banten membantu para mahasiswa yang tertahan di Kota Wuxi, China, dengan membelikan tiket pesawat agar mereka dapat pulang ke Banten. Namun, pemulangan mereka tetap harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Astuti. Ia mengatakan, dari sepuluh mahasiswa yang ada, tiga orang di antaranya sudah pulang dengan biaya sendiri. Mereka merupakan warga Kota Serang dua orang dan Kabupaten Serang satu orang. Sementara, tujuh mahasiswa lainnya dibantu Gubernur untuk pulang. “Tiga orang dari Kota Serang, dua dari Kabupaten Serang, satu dari Kota Tangsel, dan satu dari Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Kata dia, pemulangan mereka ke Tanah Air tentu harus sesuai dengan prosedur Kementerian Kesehatan. Misalnya, screening yang didampingi petugas Dinkes Provinsi Banten.

“Dilakukan pemeriksaan berupa thermoscan personal maupun massal. Juga dilakukan penyelidikan epidemiologi. Ketika suhu badannya di atas atau sama dengan 38 derajat Celcius, mereka akan dibawa oleh KKP ke RSPI Jakarta,” tuturnya.

Apabila suhu tubuhnya di bawah 38 derajat Celcius, maka yang bersangkutan akan diserahkan ke Dinkes Provinsi Banten. Selanjutnya, akan kembali dilakukan screening kedua oleh Dinkes berupa pemeriksaan lanjutan, yakni fisik, laboratorium, dan radiologi.

“Itu kita bawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Kalau tetap sehat berdasarkan tiga hasil pemeriksaan tersebut, kami akan pulangkan ke rumah masing-masing. Selama kurun waktu 14 hari mereka diperiksa di puskesmas sampai benar-benar masa inkubasi mereka terlihat aman. Kontak dengan orang serumah kita lakukan surveilans epidemiologi,” terang Ati. (Fauzan Dardiri)