Diciduk Polisi Masalah Narkoba, Honorer Pemkot Serang Terancam Dipecat

0
487 views

SERANG – Semalam Ditresnarkoba subdit II unit 1 Polda Banten kembali menangkap pengguna narkoba, ada tiga orang yang tertangkap, salah satunya adalah RF yang merupakan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Serang. Kabar tersebut pun mengagetkan banyak pihak di lingkungan Pemkot Serang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Serang Yoyo Wicahyono menyayangkan ada pegawai honorer terlibat mengkonsumsi sabu. Sebab hal itu dapat membuat citra lembaga Pemkot Serang kurang baik.
Menurutnya pihaknya baru mengetahui informasi adanya penangkapan pegawai honorer yang tertangkap Satresnarkoba Banten.

“Kami sangat menyesalkan saja dengan adanya penangkapan tenaga honorer tersebut. Memang dia di SKPD apa, kalau soal sanksi itu wewenangnya adalah SKPD terkait yang memutuskan. Kalau emang iya terbukti ya gimana kepala SKPD nya , soalnya mereka yang ngangkat tenaga tersebut. Kami juga belum tahu informasinya. Baru tahu sekarang. Dia kan bukan PNS, jadi biar SKPD yang bertindak,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa(10/1).

Terpisah saat ditemui di ruang kerja nya, Sekda Kota Serang Tb Urip Henus juga baru mengetahui adanya penangkapan tenaga honorer yang terlibat menggunakan narkoba. “Terima kasih atas informasinya. Kalau saya melihat kejadian ini sebaiknya tenaga honor itu disudahi saja. Ga perlu dilanjutkan, soalnya akan membawa dampak negatif ke pegawai lainya yang ada di lingkungan Pemkot Serang. Dan saya juga mengingatkan pada para pegawai yang ada di Pemkot Serang agar tidak melakukan hal-hal yang mengarah kriminal dan prilaku negatif lainya,” paparnya.

Asda III Kota Serang Dudung BP membenarkan bahwa RF tersebut merupakan pegawai di bawah naunganya. Pihaknya juga sama baru mengetahui pegawainya ditangkap Polda Banten karena terbukti menggunakan narkoba. “Benar dia merupakan pegawai kami, saya juga jarang ketemu dia juga sejak pelantikan kemarin. Kalau soal sanksinya itu, diproses sesusai ketentuan hukum aja, soalnya yang bersangkutan belum pernah ketemu sejak pelantikan kemarin. Jadi status profesinya belum jelas. Kalau dia sebagai honorer K3 ya nanti kita konsultasikan ke BKD dulu ya soalnya BKD kan sebagai ketua SKPD. Kalau melakukan pelanggaran seperti itu, sebaiknya dilepas aja, ngapain juga dibela kalau dia melakukan pelanggaran berat. Pertimbanganya lebih baik berhenti saja,” ucapnya. (Adef)