Dicopot dari Partai dan Dewan, Subadri Legowo

0
82
Subadri Usuludin
Subadri Usuludin

SERANG – Subadri Usuludin mengaku legowo terhadap semua keputusan Partai Golongan  Karya (Golkar) yang mengusulkan pemberhentian dirinya dari keanggotaan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Selain itu, Subadri siap lengser sebagai Ketua DPRD Kota Serang untuk menempuh niatannya maju sebagai Calon Wali Kota Serang 2018-2023.

“Semua saya serahkan sepenuhnya pada Partai Golkar. Cuma menurut saya, yang disebut calon itu terhitung semenjak adanya penetapan KPU, baru disebut calon. Sekarang kan masih dalam rangka ikrar politik,” papar Subadri melalui sambungan telepon seluler, Selasa (3/10).

Pendapat Subadri, kalau hanya sebatas diusung partai, itu belum disebut calon. “Silakan cari penetapan hukumnya, itu setelah ditetapkan KPU,” ujar dia.

Ia mengakui langkahnya maju sebagai calon Wali Kota Serang yang diusung partai lain (PPP)  sudah menyalahi kode etik partai. Meskipun demikian, dengan niat hati yang tulus, Subadri tetap akan melanjutkan pencalonannya pada Pilkada 2018 tahun depan.

“Saya serahkan pada partai. Karena partai baru merekomendasikan ke DPD. Nanti DPP yang memutuskannya,” tuturnya.

Terkait jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Serang yang berdasarkan SK Gubernur, ia akan menunggu SK Pencabutan dirinya menjabat pemimpin dewan. “Sambil menjalankan aktivitas, sambil nunggu keputusan DPP, enggak masalah,” utaranya.

Meski ia harus keluar dari partai dan berhenti menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang, Subadri menilai hal tersebut sebagai konsekuensi niatannya ikut serta menyalonkan diri sebagai orang nomor satu di Kota Serang. “Terkait dipecat saya pasrahkan kepada partai. ” pungkasnya.

Terpisah, Sekretatis DPD Golkar Kota Serang Tb Ihwan Subhi mengatakan tim akan secepatnya mengusulkan calon pengganti, karena semua memiliki kesempatan menggantikan Subadri sebagai Ketua DPRD Kota Serang.

“Tinggal menunggu rekomendasi saja. Nanti dari tim pengurus harian DPD Golkar yang mengkaji,” ujarnya, kemarin.

Dari pengkajian itu, dikatakannya, tim akan menilai yang mendekati kriteria yakni harus dari anggota DPD Partai Golkar, memiliki integritas, kemampuan dan kapasitas. “Penggantinya harus memiliki loyalitas, jangan sampai terulang kedua kali,” ungkapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)