SERANG – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan siap membantu pemerintah pusat memenuhi target ketahanan pangan nasional. Rano Karno, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten, menargetkan peningkatan produksi beras, dari yang semula 2 juta ton/tahun, menjadi di atas 3,5 juta ton/tahun.

Namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah, menurut Rano ada syaratnya. Rano mengatakan, target peningkatan produksi beras ini bisa tercapai, asalkan bantuan dari pemerintah pusat diberikan tepat waktu.

“Syaratnya, bantuan pusat bisa turun tepat waktu. Pupuk, benih, itu kan bantuan. Tepat waktu saja bantuannya, apalagi dibantu traktor, untuk percepatan penggarapan kan harus sudah ke teknologi. Kalau tidak, sulit kita mencapai itu,” tutur Rano di KP3B, Serang, Rabu (14/1/2015). Rano siang tadi bertemu Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang melakukan blusukan di sejumlah wilayah dan fasilitas pertanian di Serang dan Pandeglang.

Untuk mendukung kemajuan pertanian, pemerintah saat ini melibatkan TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa), untuk membantu tenaga-tenaga penyuluh pertanian. “Sekarang Babinsa lagi pelatihan untuk jadi penyuluh pertanian,” tukas Rano.

Tak hanya produksi beras, Rano mengatakan, Banten juga ingin meningkatkan produksi jagung dan kedelai. “Jagung itu lebih spesifik. Artinya begini sulit menentukan siapa yang akan menggarap jagung, karena jagung itu second, pilihan, kalau beras harus,” tandas Rano. (Idham)