Didin Haryono: Kami Tidak Membeda-bedakan Pelayanan

SERANG – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Serang Didin Haryono memastikan bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan pelayanan kepada peserta, baik peserta formal (karyawan perushaan) maupun peserta informal atau pekerja mandiri seperti para pedagang, nelayan, petani, dan pelaku usaha lainnya.

“Tidak dibeda-bedakan. Semua peserta kami layani dengan pelayanan yang sama,” kata Didin dalam keterangan tertulis usai memberikan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dan pembagian masker kepada pedagang di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Kamis (6/8).

Didin mencontohkan pelayanan dalam program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Jika ada peserta informal yang mengalami kecelakaan kerja dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, BPJAMSOSTEK akan menanggung semua biaya pengobatan sampai sembuh.

“Biaya pengobatan tidak ada batasan. Berapa pun akan kami bayar ke rumah sakit tempat peserta BPJAMSOSTEK mendapatkan perawatan,” tegas Didin.

Begitu pula bila peserta dari pekerja mandiri meninggal dunia akan mendapatkan manfaat program Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK sebesar Rp 42 juta. Sementara iuran yang harus dibayarkan dari peserta informal untuk program JKK dan JKM hanya Rp16.800 per bulan.

“Begitu besarnya manfaat program BPJAMSOSTEK kami sosialisasikan langsung kepada para pedagang di Pasar Rau. Mereka yang bekerja yang terkadang tidak mengenal waktu. Berangkat pagi dalam kondisi masih gelap dan pulang ke rumah sudah malam, harus mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK,” ungkap Didin.

Program BPJAMSOSTEK, lanjut Didin, adalah program pemerintah. BPJAMSOSTEK merupakan instansi yang diberikan amanah untuk memberikan
jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja.

“Pekerja seperti yang sudah saya jelaskan terbagi dua. Pertama pekerja formal atau pekerja penerima upah seperti karyawan perusahaan. Kedua pekerja informal seperti pedagang, petani, tukang ojek, tukang becak, dan lain-lain, yang termasuk dalam kategori pekerja bukan penerima upah atau yang sering kita sebut dengan pekerja mandiri,” jelas Didin. (aas)