Diduga Copot Segel, Empat Pemilik Kafe Terancam Pidana

CIRUAS – Empat pemilik kafe di Kecamatan Ciruas terancam hukuman pidana. Mereka diduga sengaja mencopot segel yang dipasang petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang saat melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) pada 6 Maret lalu.

Sekadar diketahui, keempat kafe di Kecamatan Ciruas yang disegel petugas Dinas Satpol PP, yakni Kafe Beta, Kafe King Oloan, Kafe Ordomoan, dan Kafe Scorpion. Keempat kafe disegel karena belum memiliki dokumen perizinan yang lengkap. Namun, segel sudah tercopot tanpa ada proses penyelesaian izin oleh para pemilik kafe.

Kapolsek Ciruas Komisaris Polisi (Kompol) P Winoto mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang memproses hukum perusakan segel dari Pemkab Serang oleh Kafe Beta. Untuk tiga kafe lainnya ditangani oleh Polres Serang. “Karena yang merusak segel duluan itu Kafe Beta, makanya kita langsung tangani. Sekarang sedang proses penyidikan,” ungkap Kapolsek di halaman Kecamatan Ciruas, Selasa (16/4).

Kata Winoto, keempat kafe sudah dua kali disegel. Namun, ia menduga, pemilik kafe merusak segel sebelum melengkapi perizinannya. Dijelaskan Kapolsek, perusakan segel termasuk pelanggaran KUHP Pasal 212. “Keempat pemilik kafe terancam pidana. Di KUHP pasal 212 hukumannya dua tahun enam bulan penjara,” terangnya.

Menurut Winoto, keempat kafe juga kerap membandel soal aturan jam buka. Batas buka yang ditentukan sampai pukul 23.00 WIB dilanggar hingga pukul 04.30 WIB. “Dari hasil operasi pekat kita, beberapa memang ditemukan ada yang menjual minuman keras,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mendesak Dinas Satpol PP membuat laporan resmi kepada Polres Serang terkait perusakan segel di empat kafe tersebut agar proses hukum segera dilakukan. “Yang satu (Kafe Beta-red) sudah kita laporkan ke Polsek Ciruas. Saya minta yang tiga lagi (Kafe King Oloan, Kafe Ordomoan, dan Kafe Scorpion-red) dilaporkan juga ke Polres Serang,” ungkapnya.

Pandji menilai, tindakan perusakan segel seolah-olah melecehkan wibawa pemerintah dan penegak hukum. Oleh karena itu, ia meminta, keempat kafe ditindak tegas. “Merusak segel melanggar peraturan. Segel itu mewakili Satpol PP. Kalau begini caranya (merusak segel-red), berarti kan menantang,” tukasnya.

Dijelaskan Pandji, langkah hukum yang diambil Pemkab Serang untuk melindungi para pemilik kafe dari tindakan represif warga. “Mereka tidak sadar kita itu melakukan penindakan hukum untuk melindungi mereka. Kalau kita tidak ada tindakan, masyarakat yang akan bertindak, ini akan bahaya, masyarakat bisa menggunakan caranya sendiri,” tandasnya. (jek/ira)