Diduga Diperkosa Teman Medsos, Pelajar SMP Hamil 9 Bulan

Satgas P3KC Kecamatan Purwakarta melakukan pendampingan terhadap korban.

CILEGON – Salah seorang warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon berinisial NV (14) hamil sembilan bulan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, NV dikenalkan oleh temannya dengan seorang laki-laki melalui media sosial Facebook pada September 2017. Setelah kenal melalui medsos, teman laki-laki barunya itu mengajak NV bertemu. NV awalnya tidak mau, karena menunggu orangtuanya menjemputnya ketika pulang sekolah.

Namun, tidak seperti biasanya. Pada hari nahas itu, ternyata orangtuanya tidak menjemputnya dan teman laki-laki yang baru dikenalnya itu datang menjemput di sekolahnya. Teman laki-lakinya mengajak NV ke rumahnya di Cigading, Kecamatan Ciwandan dengan alasan ingin memperkenalkan NV kepada orangtua teman laki-lakinya.

Lantaran beralasan cuma akan dikenalkan dengan orangtuanya, akhirnya pelajar SMP Fatahillah Kota Cilegon itu bersedia menerima ajakan teman laki-lakinya. Sesampainya di rumah teman laki-lakinya, NV langsung dibawa ke kamarnya dengan dipaksa. Sayangnya, orangtua laki-lakinya hanya bisa diam melihat kelakuan bejat anak laki-lakinya tersebut.

“Berdasarkan pengakuan dari korban, ada orangtua laki-lakinya saat itu. Tapi tidak menolong korban. Korban akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam,” kata Satgas Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC) Kecamatan Purwakarta Siti Aslamiyah kepada Radar Banten, Minggu (15/7).

Aslamiyah menjelaskan, atas perbuatan teman barunya tersebut akhirnya NV hamil dan kini usia kandungannya sudah berusia sembilan bulan sejak September tahun lalu. ”Sejak keluarga korban lapor kepada kami, akhirnya korban kami dampingi sampai sekarang,” jelas Aslamiyah.

Kata Aslamiyah, meski kejadiannya sudah terjadi sejak tahun lalu, keluarga korban baru melaporkan hal ini ke Mapolres Cilegon pada 28 Juni 2018 lalu. “Ya pokoknya setelah masuk libur Idul Fitri beberapa hari, keluarga kemudian lapor ke Mapolres Cilegon dan kami yang dampingi,” kata Aslamiyah.

Sementara, Camat Purwakarta Balukia mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. “Kesal saya sama pelakunya. Masa enggak mau bertanggung jawab. Solusinya ya harus dinikahkan walaupun usianya baru 14 tahun korbannya,” terang Balukia.

Menurut Balukia, kalau tidak dinikahkan, kasihan sama korbannya. Ini lantaran bisa mengganggu psikologisnya. “Sudah masa depan berantakan, korban tidak dinikahi lagi. Kan kasihan. Saya berharap, pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya,” harap Balukia.

Dikonfirmasi, ayah korban yaitu N membenarkan hal tersebut. Namun demikian, N mengaku sudah melaporkan hal itu ke Mapolres Cilegon. “Sudah lapor. Biar nanti pihak kepolisian yang mengurus semuanya,” terang N.

Sedangkan Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengaku belum mengetahui hal itu. “Nanti dicek dulu. Sudah masuk belum laporannya,” terang Kapolres. (Umam/RBG)