Diduga Gelapkan Muatan Besi, Kapal Asal Hongkong Diamankan TNI AL

0
2.802 views
Para ABK MV Fon Tai Hongkong yang diamankan pasukan Guskamla Koarmada I TNI AL saat tiba di perairan Pulomerak, kemarin.

CILEGON – Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan Kapal MV Fon Tai asal Hongkong. Kapal muatan besi tersebut diamankan di perairan Pulau Bintan, Kepualauan Riau pada 4 Maret lalu. Kapal asing itu diamankan karena nakhoda beserta anak buah kapal (ABK) diduga berupaya menggelapkan muatan kapal.

Dugaan itu muncul karena adanya upaya mengelabui petugas oleh nakhoda dan anak buah kapal (ABK) dengan cara mematikan automatic identification system (AIS). Komandan Guskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan menjelaskan, kapal sudah dicari sejak Januari 2019. Berdasarkan dokumen administrasi, kapal jenis bulk carier tersebut bertolak dari Dubai dengan muatan besi seberat 52.372 ton.

Seharusnya, kapal yang dinakhodai oleh warga negara China, Peng Zhong Jun tersebut sandar di Banten pada Januari 2020. “Tapi hingga Maret enggak sampai,” ujar Yayan saat menggelar rilis di perairan Selat Sunda, Kota Cilegon, Selasa (10/3).

Dengan adanya informasi tersebut, pada 2 Maret lalu, Guskamla Koarmada I mendapatkan perintah untuk melakukan pencarian. Menggunakan KRI Siwar dan KRI Halasan serta patroli udara maritim, Guskamla Koarmada I akhirnya berhasil menemukan kapal sedang lego jangkar di perairan Bintan.

Selain tak kunjung sampai ke Banten, kapal pun sejak Januari hingga dilakukan pemeriksaan kapal mematikan AIS. Sehingga dengan pelanggaran tersebut, nakhoda dan ABK melakukan tindakan yang melanggar Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia.

Bersama kapal, petugas pun mengamankan 22 orang asing sebagai nakhoda dan ABK. Sebanyak 15 orang berasal dari Hongkong, sedangkan tujuh lainnya dari Myanmar.

Selain diduga melakukan upaya penggelapan, kapal itu pun melanggar izin berlabuh, pemanfaatan ruang laut, dan melanggar Permenhub Nomor 7 Tahun 2019 karena tidak menyalakan AIS selama di perairan Indonesia. “Kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Lanal Banten,” ujarnya.

Saat ini kapal berada di perairan tak jauh dari Markas Lanal Banten di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Kapal bersama nakhoda dan ABK akan diamankan hingga proses pemeriksaan oleh Lanal Banten rampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas kesehatan dari TNI AL dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan WNA tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan jika WNA itu tidak terpapar virus corona atau Covid-19. Hasil pemeriksaan sementara, WNA tersebut negatif corona.

Sementara itu Danlanal Banten Komandan Laut (P) Golkariansyah mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh nakhoda dan ABK. “Yang kita terima ada tiga permasalahan, mungkin kita temukan hal lain, bergantung hasil penyelidikan,” ujarnya.

Kata Danlanal, kapal wajib menyalakan AIS untuk mengetahui pergerakan mereka. “Kalau menyalakan AIS kita akan tahu kapal di mana, yang mengerti di kapal hanya nakhoda,” ujarnya. (bam/air/ags)