Diduga Hendak Tawuran, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Puluhan pelajar SMK asal Malingping, Kabupaten Lebak diamankan oleh petugas kepolisian Kota Serang, lantaran diduga hendak tawuran, kemarin.

SERANG – Puluhan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) dari wilayah Kota Serang dan Malingping, Lebak nyaris terlibat bentrok di Jalan Mohammad Yusuf Martadilaga, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (23/4). Namun rencana bentrok tersebut, berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelajar yang diamankan berasal dari beberapa sekolah yaitu 6 orang dari SMK Malingping, 6 orang dari SMK PGRI I, 17 orang dari SMK 2, dan 6 orang alumni. Jadi total yang diamankan aparat kepolisian sebanyak 35 orang.

Dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan beberapa senjata tajam. Selanjutnya, puluhan pelajar itu digiring ke Mapolres Serang Kota. Di sana, barang bawaan pelajar diperiksa. Dari pemeriksaan itu, polisi juga mendapatkan satu unit handphone yang berisi video porno. Untuk kepentingan penyelidikan, ponsel puluhan pelajar itu kemudian disita oleh polisi.

Salah satu pelajar asal Malingping, AG (16) membantah jika dirinya datang ke Kota Serang hendak melakukan aksi tawuran. Dia dan 5 orang teman datang ke Serang untuk menghadiri undangan hari jadi SMK 2 Kota Serang. “Saya ke sini bukan mau tawuran pak. Saya cuma mau silaturahmi ke SMK 2,” katanya.

Senada alumni SMK 2 Kota Serang, Teguh mengaku sebelum ditangkap oleh aparat kepolisian, saat itu dia hendak membeli kopi di warung. Di sana dia bertemu dengan para alumni lainnya yang sudah lebih dahulu berada di warung kopi. “Saya enggak tau apa-apa. Di sana saya cuma mau beli kopi, trus langsung ditangkap polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, pelajar SMK PGRI RI (17) mengatakan tidak mengetahui pemilik senjata tajam berupa pedang gergaji yang diamankan polisi tersebut. Senjata itu diduga milik pelajar yang berhasil melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian. “Pas kita nongkrong ada yang ngelempar senjata tajam. Yang diamankan polisi itu bukan punya kita tapi punya orang dan saya juga enggak kenal pemiliknya,” tandasnya.

Anggota Reskrim Polres Serang Kota, Ipda Widodo menduga kuat pelajar asal Malingping itu hendak menyerang salah satu sekolah di Kota Serang. Rencananya, orangtua pelajar yang diamankan tersebut dipanggil untuk menjemput anak-anaknya di Mapolres Serang Kota. “Jauh jauh dari Malingping ke sini mau ngapain. Kalau mau silaturahmi masa gak ada yang kenal,” katanya.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan puluhan pelajar yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Kota Serang tersebut. Sebab dirinya sedang kedatangan tamu dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) “Nanti saya ke ruangan dulu,” katanya singkat. (BRP/RBG)