Diduga Keluarkan Izin Tinggal Palsu WNA, Oknum Staf Kantor Imigrasi Cilegon Dibebastugaskan

ilustrasi (foto: Istimewa)

CILEGON – Seorang oknum petugas Kantor Imigrasi Kota Cilegon diduga mengeluarkan izin tinggal kunjungan palsu bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Kota Cilegon. DD inisial oknum tersebut kini telah ditarik dari Kantor Imigrasi Kota Cilegon ke Kantor Kementerian Hukum dan Ham Kanwil Banten.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh DD ini diduga sudah dilakukan sekitar bulan Juni hingga September 2017. Sudah ratusan WNA yang memakai jasanya ini dengan masing-masing memberikan imbalan sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, terbongkarnya kasus pemalsuan izin tinggal kunjungan ini berasal dari seorang petugas Wasdakim Kantor Imigrasi Kendari, Sulawesi Tenggara yang saat itu tengah menyidak WNA di perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja.

Secara kebetulan petugas tersebut pernah bertugas di Kantor Imigrasi Kota Cilegon sebagai Kasubsie Infokim. Temuan salah satu paspor tertera ijin tinggal kunjungan yang diduga palsu yang dikeluarkan oleh Imigrasi Cilegon itu telah dilaporkannya ke Dirjen Imigrasi Jakarta.

Dihubungi Radar Banten Online melalui telepon selular, Senin (10/4) Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Sahat Pasaribu mengaku saat ini posisi terdahulu DD di Kantor Imigrasi Kota Cilegon masih kosong, belum ada penggantinya. Ketika ditanya mengenai kasus dugaan pemalsuan izin tinggal kunjungan bagi WNA yang dilakukan oleh DD tersebut ia enggan berkomentar.

“Dia sudah dibebastugaskan. (Pindahnya) antara tanggal 21 atau 23. Kalau mengenai itu tanya saja ke Kanwil, karena kemarin semua informasinya Kanwil yang menangani,” ujarnya.

Sahat Pasaribu tidak membenarkan jika di Kota Cilegon banyak berkeliaran WNA dengan mengantongi izin tinggal palsu. “Itu tidak bisa kita jawab riskan atau tidak. Itukan oknum. (Dugaan WNA yang mengantongi izin tingga palsu dari Kantor Imigrasi Kota Cilegon) Dia bukan disini orangnya, Kendari (Sulawesi Tenggara),” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)