MERAK – Dengan sebilah pisau dapur, Husnizar (44) menghabisi nyawa Erwin (48), rekan nongkrongnya. Pelaku menusuk perut sebelah kiri korban lantaran tidak terima atas perilaku kasar yang dilakukan korban padanya.

“Dia (Erwin) dalam kondisi mabuk pada saat itu menawarkan saya rokok dan kopi, tapi saya tolak. Saya bilang ada. Karena saya tolak, dia bilang sombong kamu, nanti saya gebukin kamu. Lalu dia nyamperin saya dan memukuli saya,” ujar Husnizar di hadapan penyidik Reskrim Polsek Pulomerak, Senin (26/10/2015).

Insiden penusukan itu terjadi pada Kamis (22/10/2015) malam lalu di lingkungan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Mendapati pemukulan oleh korban, pelaku mengaku sempat menepisnya.

Namun, diduga kesal dengan perilaku korban pada saat itu, pelaku pun mengambil sebilah pisau yang biasa dibawanya bepergian selama ini. “Pisau itu selama ini saya gunakan buat jaga-jaga. Saya nggak berniat nusuk, niatnya agar korban takut dan kabur saja. Tapi karena saya terus dipukuli, maka saya tusuk,” katanya.

Mengetahui korban luka akibat tusukan pisaunya itu, pelaku kabur. Korban pun berupaya mencari selamat dengan meminta pertolongan dari warga sekitar yang pada saat itu juga sempat melarikannya ke RSUD Panggungrawi Cilegon.

Sempat satu hari dirawat, namun nyawa korban tak sempat tertolong. Sementara itu, Kapolsek Pulomerak Kompol Yosa Hadi melalui Panit I Reskrim Polsek Merak Aiptu Rony Hermawan menerangkan, mendapat laporan dari warga atas adanya insiden itu, pihaknyapun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Dengan kondisi terluka, korban ini sempat mendatangi rumah Fatoni, salah seorang warga. Kepada Fatoni, korban menyebutkan nama pelaku yang telah menusuknya. Lalu kita langsung lakukan pengejaran,” katanya.

Sayang polisi belum berhasil menangkap pelaku pada saat itu. Namun lantaran diduga terus dihantui rasa bersalah, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Pulomerak pada Minggu (25/10/2015) malam tadi, berikut barang bukti sebilah pisau dapur miliknya. “Kami menduga insiden penusukan ini terjadi akibat selisih faham antara pelaku dan korban,” jelasnya.

Pelaku, kata dia, akan dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 dan 3 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman maksimal tujuh tahun kurungan penjara. “Identitas keluarga korban belum kita ketahui. Karena selama ini korban hidupnya selalu berpindah-pindah,” tandasnya. (Devi Krisna)